WHEN A STRANGER CALLS (2006, Screengems/Lakeshore)
Genre : Thriller/Drama
Starring: Camille Belle, Derek DeLint, Tommy Flannagan, etc.
Director: Simon West
Story : Jake Wade Wall
Music : James Michael Dooley
Runtime : approx. 85 minutes
The Story
Akibat kesalahannya menggunakan telepon hingga tagihannya melonjak,
membuat Jill Johnson harus cari akal untuk membayarnya. Timbul ide di
kepalanya untuk melamar menjadi seorang nanny (pengasuh). Adalah
keluarga Mandrakis yang tengah mencari seorang pengasuh bagi dua orang
anak mereka yang tengah sakit flu. Maklumlah, orang tua mereka Dr
Mandrakis dan Ny Mandrakis berniat menghadiri sebuah acara di malam
hari. Singkat cerita, Jill pun diterima. Maka, ia pun mulai melakukan
pekerjaannya sebagai seorang pengasuh di rumah keluarga Mandrakis yang
begitu asri. Semula semuanya berjalan lancar, paling-paling Jill
menerima telepon dari para sahabatnya yang iseng. Namun, situasi
semakin mencekam ketika Jill menerima telepon entah dari siapa.
Gawatnya lagi telepon itu berisikan ancaman terhadap nyawanya serta
dua orang anak yang ia asuh. Pihak kepolisian pun segera ia hubungi,
namun betapa terkejutnya Jill ketika pihak polisi memberitahu bahwa
telepon berisi ancaman tersebut berasal dari dalam rumah keluarga
Mandrakis. Maka, tak ada jalan lain bagi Jill untuk mencari cara demi
menyelamatkan dua orang anak tersebut serta terutama nyawanya. Lalu,
siapakah si penelepon asing tersebut dan mengapa ia menteror Jill?
A CALL OF TERROR
Satu lagi sebuah remake dari film thriller buatan tahun 1979. Untuk
versi terbaru ini, memang ada beberapa perombakan kecil yang dilakukan
oleh penulis skenario Jake Wade Wall, untuk disesuaikan dengan masa
sekarang. Mungkin yang agak mengejutkan adalah sutradara film ini,
yang tak lain adalah Simon West. West dikenal lewat dua buah film
suksesnya Con Air dan The General`s Daughter yang memiliki jalinan
cerita yang agak kompleks, maka gue agak terkejut ketika West ternyata
tertarik membesut film ini yang sedikit banyak mengingatkan kita pada
trilogy Scream ini. Sementara untuk bintang utamanya dipilih Camille
Belle untuk memerankan tokoh Jill Johnson, sebelumnya Belle dikenal
sebagai aktris cilik yang memerankan Sally Owens cilik dalam Practical
Magic. Sementara bintang lainnya mungkin agak kurang dikenal namanya
oleh kita, seperti Derek DeLint dan Kate Jennings Grant sebagai
pasutri Mandrakis serta Tommy Flanagan sebagai si penelpon misterius.
Dari segi penyutradaraan, West membesut film ini cukup baik,
adegan-adegan menegangkan yang mengambil setting di dalam rumah
ditampilkan cukup baik, kendati memang ada beberapa elemen yang masih
terasa lemah. Sementara dari segi akting para pemainnya, menurut gue
masih dalam taraf biasa-biasa saja. Kendati film ini mungkin sedikit
mengingatkan pada trilogy Scream, namun pada dasarnya justru film ini
diilhami dari sebuah legenda urban yang sudah sangat dikenal di Amerika.
Secara keseluruhan film thriller ini cukup menghibur, meskipun ada
beberapa elemen dari cerita serta penyutradaraan yang masih terasa
agak lemah, namun rasanya hal tersebut bisa ditutupi oleh
adegan-adegan tegang yang cukup baik ditampilkan dalam film ini.
Memang, cerita seperti ini sudah seringkali kita saksikan, namun bagi
mereka penggemar film thriller gak ada salahnya untuk menyaksikan film
thriller garapan Simon West ini.
Jumat, 27 September 2013
kingdom protista
Kingdom Protista
ProtistsProtists belong to the Kingdom Protista, which include mostly unicellular organisms that do not fit into the other kingdoms.
Characteristics of Protists
- mostly unicellular, some are multicellular (algae)
- can be heterotrophic or autotrophic
- most live in water (though some live in moist soil or even the human body)
- ALL are eukaryotic (have a nucleus)
- A protist is any organism that is not a plant, animal or fungus
Classification of Protists
- how they obtain nutrition
- how they move
Plantlike Protists – also called algae – autotrophs
Funguslike Protists – heterotrophs, decomposers, external digestion
Animal-like Protists: Protozoans
Four Phyla of Animal-like Protists - Classified by how they move
- Zooflagellates – flagella
- Sarcodines – extensions of cytoplasm (pseudopodia)
- Ciliates – cilia
- Sporozoans – do not move
move using one or two flagella
absorb food across membrane
Ex. Leishmania

Sarcodines
Ameba See Ameba Coloring Sheet
moves using pseudopodia ( “false feet” ), which are like extensions of the cytoplasm –ameboid movement
ingests food by surrounding and engulfing food (endocytosis), creating a food vacuole
reproducing by binary fission (mitosis)
contractile vacuole – removes excess water
can cause amebic dysentery in humans – diarrhea and stomach upset from drinking contaminated water
Other sarcodines: Foraminferans, Heliozoans


Ciliates
Paramecium (See Paramecium Coloring Sheet)
move using cilia
has two nuclei: macronucleus, micronucleus
food is gathered through the :mouth pore, moved into a gullet, forms a food vacuole
anal pore is used for removing waste
contractile vacuole removes excess water
exhibits avoidance behavior
reproduces asexually (binary fission) or sexually (conjugation)
outer membrane -pellicle- is rigid and paramecia are always the same shape, like a shoe

Kamis, 26 September 2013
sinopsis film how to train your dragon ?
“HOW TO TRAIN YOUR DRAGON”
Ni
film dimulai dari bangsa yang sedikit aneh. Yaitu bangsa viking, yang
telah berperang dengan para naga yang suka malingin ternak serta
persediaan makanan orang-orang viking selama lebih dari 300 tahun
lamanya.
Di film ini diceritakan bangsa viking yang dipimpin oleh seorang viking yang kuat, macho,
dan dikenal keberaniannya. Memiliki seorang anak yang culun, cungkring
kayak tulang ikan, dan gak berotot seperti bangsa viking lainnya. Nama
anaknya Hiccup.
Suatu
hari saat peperangan antara para maling bersayap (para naga) dengan
bangsa viking, Hiccup yang diam-diam menyelinap pergi dan ngikut-ngikut
berperang, berhasil menjatuhkan seekor naga legendaris bernama “Night
Fury” ke hutan. Sayangnya pas ketauan pergi secara diam-diam, para warga
gak percaya kalau Hiccup berhasil menembak Night Fury. Jelas aja mereka
ngomong “hahaha, gak mungkin lah anak sepertimu yang ***** bisa bla bla
bla dst……”, wajar aja, belum pernah ada yang bisa nangkep Night Fury
sih (misterius). Belum lagi pas kena damprat ma bokapnya.
Karena
kenakalan anaknya yang menunjukan kalau dia pingin banget bisa membasmi
naga seperti viking lainnya. Akhirnya ayahnya setuju untuk
menyekolahkan anaknya di akademi yang melatih para petarung pembasmi
naga. Di akademi itu terdapat 5 orang murid (si kembar ada 2, si gendut,
si cowo hidung belang, dan si cewe cantik yang ditaksir sama Hiccup)
yang juga ikut akademi. Disana jelas keliatan, yang paling pinter
bertarung itu ya si cewe cantik yang namanya Astrid, yang paling sedikit
kemajuannya tentu saja si kurus, Hiccup.
Hiccup
lemah terhadap naga karena ia pernah membebaskan Night Fury, hasil
tangkapannya itu di hutan, saat sehari setelah ia berhasil nembak Night
Fury dan dimarahi penduduk desa. Ia merasa tak mampu untuk membunuh naga
itu karena kasian saat ngeliat tatap mata Night Fury yang terlihat
ketakutan gitu (apalagi Night Fury itu imut & Lucu gitu bagiku,
hehehe), sama dengan Hiccup yang takut terhadap Night Fury dalam keadaan
terikat walaupun ia membawa pisau. Ia berencana untuk berteman dengan
Night Fury dan membuatkan sayap baru sebagai gantinya telah memutuskan
sayap di ekor Night Fury. Pokoknya keliatan lucu deh setelah mereka
temenan.
Hubungannya
dengan Night Fury membuat Hiccup mendapat banyak pengetahuan tentang
naga. Sehingga ia menjadi yang terbaik di akademinya dan sempat membuat
Astrid iri dan berniat untuk mengintai apa-apa saja yang sudah dilakukan
oleh Hiccup yang sering terlihat agak mencurigakan itu.
Astrid-pun
tau, dan awalnya sempet kesel juga sama Hiccup sebelum diajakin terbang
bareng dan ngeliat suasana yang romantis gitu di angkasa (ceileh,, ini
adegan saat Astrid udah mulai suka ma Hiccup). Dia janji bakal ngejaga
rahasia antara Hiccup dan toothless
(nama Night Fury yang dikasih ma Hiccup). Yah, Hiccup tau kalau naga
itu sebenernya gak jahat. Mereka Cuma membela diri aja karena diserang
oleh warga viking. Juga terpaksa mencuri karena dipengaruhi oleh
penguasa naga yang sebesar gunung, yang ceritanya kalo gak ngasi makanan
ke dia, para nagalah yang sebagai ganti menjadi makanannya (kasian
banget). Hiccup tau apa yang terjadi setelah ia pergi ke sarang naga
bareng si Astrid. Ini semakin membuat Hiccup ingin berteman dengan naga
dan semakin dapat masalah dengan para viking.
Benar
saja, setelah ayahnya tau, beliau kesal banget. Yang awalnya bangga
karena hiccup udah jadi yang terbaik di akademinya sekarang ia menjadi
penghianat di bangsanya dengan berteman dengan naga. Ayahnya pun
berhasil menangkap Night Fury dan menyuruhnya untuk menunjukan jalan
kepada para pasukannya ke sarang naga (adegan saat ngeliat toothless
paling kasian). Saat kejadian itupun Hiccup berusaha menyelamatkan
toothless dan ayahnya yang segera menyerbu naga raksasa, dengan cara
mempersatukan teman-teman di akademinya untuk menyusul ke sarang naga
dengan naga yang baru dikenalkan pada mereka saat itu.
Benar
saja, pasukan ayahnya menghadapi kesulitan dengan naga raksasa itu.
Hiccup pun berhasil menolong toothless dan menyerang naga raksasa (yang
nolong sih ayahnya saat sudah percaya). Ia juga berhasil menjatuhkan
naga jahat itu dengan merelakan sayap ekor toothless yang dibuatnya, dan
kakinya (tragis juga dramatis).
Perjuangan
Hiccup membuat Ayahnya, teman-temannya, Astrid, guru akademinya, para
naga, juga para viking lainnya kagum padanya (aku juga). Ia rela untuk
menjadi orang yang disalahpahamkan (diaanggap musuh) oleh orang-orang
sukunya guna untuk menunjukan kebenaran yang ia ketahui dan sukunya
belum ketahui… Ia yakin pada kebenarannya terhadap naga, aku juga yakin
terhadap blog pertamaku ini yang bahasanya sedikit* gak jelas. :D
Ini Cuma sekilas aja,, Moga kalian suka ma cerita aslinya…
Maklum kalo bahasaku ini campur adul,, hahahaha,, cuma ini yang bisa ku tulis. :)biodata kety perry
Profil Katy Perry

Nama asli : Katheryn Elizabeth Hudson
Tanggal lahir : 25 Oktober 1984
Lahir di : Santa Barbara, California, AS
Zodiac : Scorpio
Terkenal sejak merilis single "I Kissed a Girl" (2008)
Tanggal lahir : 25 Oktober 1984
Lahir di : Santa Barbara, California, AS
Zodiac : Scorpio
Terkenal sejak merilis single "I Kissed a Girl" (2008)
Katheryn Elizabeth Hudson
Tanggal Lahir
25 Oktober 1984
Tempat Lahir
Santa Barbara, California, AS
Tinggi Badan
173
Kewarganegaraan
Amerika
Ayah
Keith Hudson
Pekerjaan Ayah
Pendeta
Ibu
Mary Hudson
Pekerjaan Ibu
Pendeta
Saudara
David Hudson (adik), Angela Hudson (kakak)
Suami/Istri
Russell Brand (aktor, 23-Okt-10 - 16-Jul-12)
Kekasih
Travis McCoy (vokalis Gym Class Heroes, 2008), Robert Ackroyd (gitaris Florence and the Machine, 2012), John Mayer (penyanyi)
Populer Sejak
Merilis single "I Kissed a Girl" (2008)
sinopsis film harry potter lengkap
Harry Potter and the Sorcerer's Stone
Judul Film : Harry Potter and the Sorcerer's Stone
Sutradara : Chris Columbus
Pemeran : Daniel Radcliffe (Harry Potter)
Pada suatu pagi dalam
perjalanannya menuju ke kantor, paman Vernon Dursley melihat banyak
hal-hal aneh yang terjadi. Ia melihat kucing yang dapat membaca peta di
sudut jalan Privet Drive, orang-orang yang memakai jubah hitam, dan
burung hantu yang terbang di siang hari. Paman Dursley berfikir
bahwa kejadian aneh tersebut ada hubungannya dengan saudara iparnya yang
bernama Lily dan James Potter. Paman Dursley adalah orang yang tidak percaya
pada hal-hal yang misterius atau sihir. Oleh karena itu, ia
dan istrinya yang bernama Petunia tidak mau jika mereka berdua
dihubungkan dengan Lily dan James Potter sebagai penyihir. Paman Dursley dan
bibi Petunia tinggal Privet Drive no. 4 Inggris bersama dengan anak
mereka yang bernama Dudley.
Sementara itu, Albus Dumbledore
kepala sekolah penyihir Hogwarts bertemu Profesor Minerva McGonagall,
yang juga guru di Hogwarts, serta seorang raksasa yang bernama Hagrid di
luar rumah keluarga Dursley. Dumbledore bercerita bahwa Voldemort telah
membunuh Lily dan James Potter, tetapi ia tidak berhasil membunuh bayi mereka
yang bernama Harry. Dumbledore menyelamatkan Harry dan menaruhnya di
depan pintu rumah keluarga Dursley yang mempunyai hubungan keluarga
dengan Harry.
Saat ulang tahun Dudley yang
ke-10 Harry diajak ke kebun binatang. ketika berada di depan kandang
ular boa pembelit dari Brazil, tiba-tiba ular itu membuka matanya dan
seakan-akan berkata bahwa ia bosan berada disitu. Tiba-tiba kaca bagian
depan kandang ular lenyap dan ular itu meluncur keluar. Selama
sepuluh tahun, mereka dan anak laki-laki mereka Dudley memperlakukan
Harry dengan keras.
Sebelum ulang tahun Harry yang ke-11,
sebuah surat tiba ditujukan kepada Harry, tetapi dihancurkan oleh
pamannya sebelum Harry bisa membacanya. Surat itu datang terus dan jumlahnya semakin banyak. Akhirnya Dursley membawa
keluarganya mengungsi ke gubuk kecil diatas karang besar yang menjorok
ke laut. Tepat jam dua belas malam saat ulang tahun Harry yang ke-11 ada
seorang raksasa yang menemuinya ke gubuk bersamaan dengan badai dan
ombak besar yang menghantam batu karang. Raksasa itu bernama Hagrid. Ia
membawa surat dari Prof. McGonagall untuk membawa Harry ke Hogwarts.
Hagrid juga menceritakan tentang ayah ibu Harry yang meninggal karena di
bunuh Voldemort. Luka yang ada di dahi Harry juga karena Voldemort yang
berusaha membunuhnya, tetapi gagal.
Hagrid
mengantar Harry ke Diagon Alley, untuk berbelanja berbagai keperluan sekolahnya di Hogwarts. Dia juga menemukan bahwa di dunia sihir dia cukup kaya, karena
warisan dari orang tuanya yang ditinggalkan di Gringotts Bank. Dipandu
Hagrid, dia membeli buku-buku dan peralatan yang dibutuhkannya di
Hogwarts.
Sebulan
kemudian, Harry meninggalkan rumah Dursley untuk mengejar Hogwarts
Express dari Stasiun Kereta Api King Cross. Disana dia berjumpa dengan
keluarga Weasley, yang menunjukkan padanya bagaimana caranya untuk
melewati tembok gaib ke peron 9 ¾, dimana kereta api menunggu. Saat di
kereta api Harry berteman dengan Ron Weasley. Ron
banyak bercerita mengenai dunia sihir yang belum dikenal Harry. Harry
dan Ron kemudian berkenalan dengan Hermione.,
Sebelum
waktu makan malam pertama di aula besar sekolah, siswa baru dibagikan
ke asrama-asrama oleh Topi Seleksi ajaib. Topi menempatkan murid-murid dengan segera, dan mengirim Draco, Crabbe dan Goyle
ke Slytherin. Topi mengirimkan Harry untuk bergabung dengan
para Weasley di asrama Gryffindor.
Saat pelajaran ramuan yang diajar
Prof Severus Snape, Harry dicecar pertanyaan yang semuanya tidak dapat
dijawabnya. Terlihat kebencian dari pandangan Prof. Snape kepada Harry. Setelah
pelajaran ramuan pertamanya yang menyedihkan dengan Snape, Harry dan
Ron mengunjungi Hagrid, yang tinggal di gubuk di tepi Hutan Terlarang. Di rumah Hagrid, Harry membaca
artikel yang memuat berita pencurian yang gagal di ruangan besi no. 713
di Gringotts,
terjadi pada saat Harry mengambil sejumlah uang.
Selama pelajaran terbang pertama murid baru, Neville Longbottom
mematahkan pergelangan tangannya dan Draco mengambil kesempatan untuk
melemparkan Remembrall ke udara yang tinggi. Harry mengejar di atas
sapunya, menangkap Remembrall diatas tanah. Professor McGonagall berlari
keluar dan mengangkatnya sebagai Seeker baru Griffyndor. Saat pertandingan Quidditch
pertamanya, sapu Harry menjadi tak terkontrol. Hermione melihat Snape
sedang membaca mantra. Dia berlari ke tempat Professor, menyenggol Professor
Quirrell dalam ketergopohannya, dan membakar jubah Snape. Sapu
terbang Harry kembali terkontrol dan Gryffindor berhasil memenangkan
pertandingan.
Harry, Hermione, dan Ron masuk ke koridor terlarang dan menemukan ruangan berisi anjing
kepala tiga yang sangat besar. Mereka segera lari keluar, dan
hanya Hermione yang memperhatikan bahwa anjing itu berdiri di atas pintu
perangkap. Harry menyimpulkan bahwa monster itu menjaga bungkusan yang
diselamatkan Hagrid dari Gringotts.
Hagrid menolak untuk percaya bahwa Snape
bertanggung jawab atas bahaya Harry, tetapi keceplosan bahwa dia membeli
anjing berkepala tiga, dan bahwa monster itu menjaga rahasia kepunyaan
Professor Dumbledore dan seseorang bernama Nicolas Flamel.
Pada hari natal, Harry mendapat
bingkisan dari pemberi tanpa nama, yaitu jubah gaib. Siapapun yang menggunakan jubah itu, maka ia tidak akan
terlihat.Harry
menggunakan jubah itu untuk mencari di perpustakaan seksi terlarang
untuk informasi tentang Flamel yang misterius. Harry berkeliling ruangan di Hogwarts hingga akhirnya ia menemukan Mirror of
Erised. Saat Harry melihat cermin itu, ia dapat melihat kahidupan ayah
ibunya. Harry menjadi kecanduan melihat Cermin itu dan ditolong oleh Professor Dumbledore,
yang menjelaskan bahwa Cermin itu menunjukkan keputus-asaan orang yang
melihatnya untuk waktu yang lama.
Setelah natal berlalu, Harry,
Ron, dan Hermione mulai memecahkan misteri hubungan antara kejadian
perampokan di Gringotts dengan sebuah barang yang dijaga anjing
berkepala tiga. Dari buku yang dibaca di perpustakaan mereka akhirnya
mengetahui bahwa yang dijaga anjing berkepala tiga adalah sebuah batu
bertuah yang pernah dibuat oleh Nicolas Flamel. Hermione segera
menemukan bahwa dia laki-laki berumur 665 tahun yang memiliki
Batu Bertuah, yang bisa memberikan kehidupan abadi.
Harry,
Ron dan Hermione mengetahui bahwa Hagrid memelihara seekor bayi naga,
yang melawan hukum sihir, dan berencana menyelundupkannya keluar negara
sekitar tengah malam. Draco datang, berharap membuat mereka gelisah
dan mereka dalam masalah, dan Neville datang untuk memperingatkan
mereka dari kejahatan Draco. Ron digigit naga dan dikirim ke
UKS, Harry dan Hermione kabur untuk menyelamatkan naga.
Bagaimanapun, mereka tertangkap, dan Harry kehilangan jubah gaib.
Sebagian dari hukuman mereka, Harry, Hermione, Draco dan Neville
dipaksa untuk menolong Hagrid untuk menyelamatkan seekor unicorn yang
terluka parah di Hutan Terlarang. Mereka terbagi manjadi dua kelompok,
Harry dan Draco menemukan unicorn yang telah mati, dikelilingi oleh
darahnya. Harry melihat sosok berkerudung meminum darah unicorn,
sementara itu Draco menjerit dan melarikan diri. Sosok berkerudung itu mencoba
menyerang Harry, namun Harry berhasil diselamatkan oleh Centaurus, Firenze, menawarkan diri untuk memberinya tunggangan
untuk kembali ke sekolah. Centaurus itu menceritakan kepada Harry bahwa
yang meminum darah seekor unicorn akan menyelamatkan hidup orang yang
sekarat.
Firenze mengira Voldemort meminum darah unicorn untuk memperoleh
kekuatan yang cukup untuk membuat hidup abadi dari Batu Bertuah, dan
memperoleh kesehatan penuh dengan meminumnya. Sekembalinya dia, Harry
mengetahui bahwa seseorang telah menyelipkan Jubah Gaib di bawah kain
seprainya.
Beberapa
minggu kemudian, saat bersantai setelah ujian berakhir, harry
tiba-tiba menyadari bagaimana sesuatu yang illegal seperti sebuah telur
naga menjadi milik Hagrid. Pengawas binatang liar itu bilang bahwa dia
mendapatkan telur itu dari seseorang berkerudung yang tak dikenal yang
membelikannya beberapa minuman dan menanyakannya bagaimana untuk
melewati anjing berkepala tiga, Hagrid memberi tahu bahwa
musik dapat membuatnya tertidur. Menyadari bahwa salah satu pengamanan Batu
Bertuah tidak terjamin, Harry pergi untuk memberitahu Professor
Dumbledore, ternyata kepala sekolah telah pergi menghadiri sebuah
pertemuan penting. Harry menyimpulkan bahwa Snape akan mencoba untuk mencuri
Batu Bertuah malam itu.
Ditutupi
Jubah Gaib, Harry dan kedua temannya pergi ke ruangan anjing kepala
tiga, Harry berhasil menidurkan anjing
berkepala tiga dengan memainkan seruling. Harry mendapatkan cara
tersebut dari Hagrid karena anjing itu kepunyaan Hagrid. Setelah mengangkat pintu perangkap, mereka menghadapi berbagai
rintangan, tiap-tiap rintangan memerlukan kemampuan khusus yang
dimiliki oleh masing-masing dari mereka, permainan catur berhasil di
taklukkan Ron walaupun ia harus terluka dan meminta Harry serta Hermione
melanjutkan rintangan berikutnya. Rintangan selanjutnya, Harry dan
Hermione harus menentukkan ramuan mana yang dapat digunakan untuk
membuka pintu. Hermione berhasil memecahkan teka-teki tersebut. Namun
hanya satu orang yang bisa masuk ke dalam ruang berikutnya untuk
melanjutkan permainan. Harry masuk dan menghadapi rintangan berikutnya.
Di ruangan terakhir, yang ditemukannya bukan Snape, tetapi Quirrell. Quirrell
mengakui bahwa dia membiarkan troll mencoba untuk membunuh Hermione di
toilet, dan bahwa dia mencoba untuk membunuh Harry pada saat
pertandingan Quidditch pertama tetapi disenggol oleh Hermione. Snape
mencoba untuk melindungi Harry dan mencurigai Quirrell. Quirrell
melayani Voldemort, dan setelah gagal untuk mencuri Batu Bertuah dari
Gringotts, ia mengijinkan tuannya untuk merasukinya. Di dalam ruangan tersebut terdapat cermin Tarsah. Quirell menyuruh Harry berdiri di
depan Mirror of Erised melihat apa yang terjadi dan mengatakannya pada
Quirell. Harry melihat dirinya mendapatkan batu bertuah dan menyimpannya
di saku. Pada saat yang sama ia merasakan batu itu telah berada di
dalam sakunya. Harry berbohong pada Quirell mengenai apa yang
dilihatnya. Tiba-tiba Quirrell melepas surbannya, menampakkan wajah Voldemort dibelakang
kepalanya. Voldemort/Quirrell mencoba untuk merebut Batu itu dari
Harry, tetapi begitu menyentuh Harry menyebabkan kulit Quirrell
terbakar. Akhirnya perjuangan Harry berakhir.
Dia
terbangun di rumah sakit sekolah, dimana Profesor Dumbledore
menceritakan padanya bahwa dia bisa selamat karena pengorbanan ibunya
untuk melindunginya, dan Voldemort tidak dapat mengerti kekuatan seperti
cinta. Voldemort meninggalkan Quirrell yang mati, dan kemungkinan
besar untuk kembali dengan segala cara. Dumbledore telah meramalkan
bahwa Cermin Tarsah tidak menunjukkan kepada Voldemort/Quirrell, mereka ingin menggunakan batu bertuah untuk
menyelamatkan hidup Voldemort, Harry dapat melihat Batu Bertuah karena
dia ingin menemukannya bukan menggunakannya. Dombledore mengatakan batu itu telah dihancurkannya bersama Nicolas Flamel.
Setelah kondisinya pulih, Harry,
Ron, Dan Hermione mendapat poin atas apa yang telah mereka lakukan
sehingga Gryffindor memenangkan piala asrama. Liburan musim panas tiba
dan Harry memilih pulang untuk menghabiskan liburannya bersama keluarga
Dursley.
Harry Potter and the Chamber of Secrets
Harry
Potter sudah tidak sabar lagi kembali bersekolah di Hogwarts. Dia sudah
tidak tahan lagi melewati liburan musim panas bersama keluarga Dursley
yang menyebalkan. Harry Potter disuruh mempersiapkan rumah untuk kunjungan dari klien
potensial Paman Vernon Dursley. Namun, setelah selesai, paman Dursley
menyuruh Harry ke kamarnya. Di kamar, Harry bertemu Dobby si peri rumah,
ia memperingatkan Harry untuk tidak kembali ke Hogwarts. Ketika Harry
menolak, Dobby menyebabkan kekacauan di rumah dan membuat Harry merusak
pertemuan Vernon. Vernon mengunci Harry di kamarnya untuk mencegah
kembali ke Hogwarts. Tetapi Ron, Fred, dan George Weasley tiba dengan
mobil terbang mereka untuk menyelamatkan Harry dari cengkeraman Paman
Vernon, yang sedang berusaha untuk menarik Harry kembali ke kamarnya.
Harry kemudian dibawa ke The Burrow, rumah keluarga Weasley.
Di The Burrow, Harry bertemu adik Ron, Ginny, yang akan mulai sekolah
di Hogwarts dan ternyata Harry menyukainya. Harry juga bertemu ayah
Ron, Arthur Weasley. Harry dan keluarga Weasley pergi ke Diagon Alley
menggunakan bubuk Floo. Ketika belanja, Harry bertemu Gilderoy Lockhart,
seorang penyihir yang terkenal dan seorang penulis, dan juga bertemu Draco
Malfoy dan ayahnya, Lucius, yang memuji Voldemort dan mencemooh Harry,
Hermione dan keluarga Weasley.
Di Stasiun King’s Cross, seluruh keluarga Weasley bisa memasuki
Platform 9 ¾ tanpa kesulitan. Namun, Harry dan Ron menemukan bahwa
penghalang magis diblokir. Akibatnya, mereka ketinggalan Hogwarts
Express. Kemudian, Harry dan Ron menaiki mobil terbang dan mencapai
Hogwarts, tetapi mereka mendarat di pohon Dedalu Perkasa. Tongkat Ron
rusak dan mobil mengamuk, mendorong mereka dan mengemudi sendiri ke
dalam Hutan Terlarang. Ketika Harry dan Ron masuk Hogwarts mereka
dilihat oleh Prof. Snape, yang memarahi mereka karena menaiki mobil
terbang ke Hogwarts dan hampir mengeluarkan mereka dari sekolah. Prof.
McGonagall dan Prof. Dumbledore tiba, Prof. McGonagall membela mereka
dan memberitahu mereka bahwa mereka hanya akan menerima penahanan saja.
Tak lama setelah awal semester, Harry mulai mendengar suara “dingin”
datang dari dalam dinding sekolah. Dimulai saat ia menjalani hukuman
dengan Lockhart. Harry, Ron, dan Hermione menemukan tulisan "Kamar
Rahasia telah dibuka, Musuh Pewaris, berhati-hatilah". Ditulis dengan
darah di dinding dan mereka menemukan bahwa kucing Argus Filch telah
membatu. Filch lalu menyalahkan Harry dan mencoba menyerangnya tapi
dihentikan oleh Dumbledore dan McGonagall. Legenda mengatakan bahwa Kamar Rahasia hanya bisa dibuka oleh Pewaris
Slytherin, dikatakan menjadi rumah dari makhluk yang hanya akan
mematuhi Pewaris. Harry mencurigai Pewaris itu adalah Malfoy.
![]() |
| Duel Harry dan Draco |
Untuk menghilangkan rasa kekhawatiran para murid dari peristiwa yang telah terjadi, Gilderoy
Lockhart, guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam, menawarkan sebuah klub
duel, sebagai hiburan untuk para murid. Pada pertemuan tersebut Draco memunculkan ular, dan ternyata Harry
bisa bicara dengan ular itu. Hermione menjelaskan bahwa Harry adalah
seorang Parselmouth seperti Salazar Slytherin, sebuah kesamaan yang
menyebabkan isi sekolah percaya Harry adalah Pewaris.
Hermione lalu membuat Ramuan Polijus untuk menyamarkan diri mereka
bertiga sebagai teman Malfoy. Harry dan Ron berhasil menyamar sebagai
Crabbe dan Goyle, namun Hermione malah berubah menjadi kucing. Harry dan
Ron kemudian menginterogasi Malfoy, tapi akhirnya mereka mengetahui
bahwa ia bukanlah Pewaris. Dalam kamar mandi, Harry menemukan sebuah
buku harian dengan tertulis di dalamnya milik seseorang bernama Tom
Marvolo Riddle. Melalui buku itu, Harry terpesona melihat peristiwa yang
terjadi lima puluh tahun yang lalu ketika Tom adalah seorang siswa
Hogwarts. Kenangan-kenangan itu memberatkan Hagrid sebagai sang Pewaris.
Selama tahun ajaran, Colin Creevey, Justin Finch-Fletchley, Hermione
dan bahkan hantu Gryffindor Sir Nicholas ditemukan membatu, dan buku
harian Tom Riddle menghilang. Harry dan Ron memutuskan untuk mengunjungi
Hagrid, tapi sebelum Hagrid bisa menjawab identitas sebenarnya yang
membuka Kamar Rahasia, Menteri Sihir Cornelius Fudge dan Lucius Malfoy
tiba. Sementara Ron dan Harry bersembunyi di dalam Jubah Gaib. Mereka
memberitahu Hagrid bahwa mereka menangguhkan Dumbledore sebagai kepala
sekolah dan menangkap Hagrid karena dianggap telah membuka Kamar
Rahasia. Sebelum Hagrid dibawa ke penjara Azkaban, ia memberitahu Ron
dan Harry untuk mengikuti laba-laba ke dalam Hutan Terlarang untuk
mencari tahu kebenarannya.
Mereka pun melakukannya dan bertemu Aragog, laba-laba raksasa yang
dituduh telah menewaskan siswa lima puluh tahun lalu. Aragog
mengungkapkan bahwa dia bukan rakasa yang membunuh siswa dan Hagrid juga
tidak bersalah. Anak-anak Aragog menyerang Harry dan Ron, tapi mobil
terbang datang menyelamatkan mereka.
Harry dan Ron menemukan
selembar kertas di tangan Hermione bahwa
raksasa itu adalah Basilisk, seekor ular raksasa. Mereka juga mendengar
para guru mengatakan
bahwa Ginny telah dibawa ke Kamar Rahasia. Lockhart dikirim untuk
menemukan Kamar itu dan menyelamatkan Ginny, namun ia mencoba untuk
melarikan diri sampai Harry dan Ron menangkapnya. Ternyata masa lalu
Lockhart adalah palsu, ia menggunakan mantra penghapus ingatan para
penyihir, lalu mengambil prestasi mereka untuk dirinya dengan menulis
buku-buku. Ketiganya menemukan jalan masuk ke Kamar Rahasia di kamar
mandi Myrtle Merana, gadis yang meninggal pertama kalinya saat kamar
rahasia dibuka. Kemudian mereka masuk dan menemukan kulit ular raksasa. Setelah
Lockhart pura-pura pingsan, ia mencoba untuk menghentikan Harry dan Ron
dengan menggunakan mantra penghapus ingatan. Tapi karena ia memakai
tongkat Ron yang rusak, akhirnya mantranya menjadi bumerang dan
menyerangnya sendiri. Lockhart kehilangan ingatan dan membuat gua runtuh,
memisahkan Harry dan Ron. Harry lalu menemukan Ginny. Lalu Tom Riddle
muncul, menjelaskan bahwa ia adalah kenangan yang diabadikan dalam buku
harian, dan juga Ginny Weasley yang membuka Kamar Rahasia karena
terhipnotis olehnya, yang mengirim Basilisk untuk menyerang, dan bahwa
Ginny juga yang menulis pesan di dinding.
Harry menyadari bahwa Riddle
adalah Pewaris Slytherin dan ia adalah Lord Voldemort dalam bentuk
remaja. Riddle kemudian mengeluarkan dan menyuruh Basilisk untuk
membunuh Harry. Saat Harry terdesak, burung Phoenix Dumbledore, Fawkes
datang dan menyerang mata Basilisk. Fawkes lalu memberikan Harry Topi
Seleksi, dimana Harry menarik pedang Godric Gryffindor. Ketika Basilisk
membuka mulutnya, Harry langsung menusuk langit-langit mulutnya menembus
kepalanya, namun tangan Harry tertancap taring beracun Basilisk. Harry
menghancurkan Voldemort/Riddle dengan cara menusuk buku harian dengan
taring beracun Basilisk. Ginny kemudian kembali sadar dan menemukan
Harry sekarat. Tetapi Fawkes menyembuhkan luka Harry dengan air matanya.
Fawkes membawa Harry, Ginny, Ron dan Lockhart keluar dari Kamar Rahasia.
Dumbledore melanjutkan jabatannya sebagai Kepala Sekolah dan mengirim
dokumen untuk melepaskan Hagrid dari Azkaban. Dumbledore meredakan
kekhawatiran Harry tentang kelayakannya menjadi seorang Gryffindor
dengan mengatakan bahwa hanya yang benar-benar seorang Gryffindor lah
yang bisa memanggil pedang Godric itu.
Akhirnya Harry tahu bahwa Lucius yang memberikan buku harian untuk
Ginny dan Dobby adalah peri rumah keluarga Malfoy. Lalu Harry membuat
Lucius memberikan kaos kaki kepada Dobby yang membuat Dobby akhirnya
bebas dari keluarganya. Pada pesta akhir tahun, semua korban yang membatu
akibat melihat bayangan mata Basilisk kembali ke keadaan semula, dan Hagrid menerima sambutan luar
biasa saat ia kembali ke Hogwarts.
Harry
terbangun di rumah sakit dan mendengar kabar bahwa Sirius Black
telah ditangkap dan akan segera diberikan ke Dementor, untuk dihisap
jiwanya. Dumbledore masuk, Harry, Ron, dan Hermione mencoba dan meyakinkan kalau Black tidak bersalah. Dumbledore entah bagaimana sudah mengetahuinya. Namun,
ia menyarankan bahwa Harry dan Hermione menggunakan
Time-Turner untuk perjalanan kembali ke waktu lampau dan mencegah
penangkapannya
(sekarang kita mengetahui bagaimana dia telah menghadiri kelas dalam
waktu yang bersamaan), dan setidaknya menyelamatkan Black dan Buckbeak
dari nasib
mereka. Hermione memutar jam yang dikalungkannya kembali tiga putaran (tiga jam), dan Harry
dan Hermione bersama-sama kembali ke masa lalu, di mana mereka mengamati
dan kembali ke peristiwa sebelumnya. Mereka melempar batu melalui jendela pondok Hagrid, memberi tahu bahwa para pengeksekusi sudah mendekat. Mereka
menyelamatkan Buckbeak sedangkan pihak eksekusi berada didalam pondok dengan Hagrid
sesaat sebelum eksekusi, sehingga membebaskan Hagrid dari kesalahan
apapun. Hermione
mengalihkan perhatian dari manusia serigala Lupin dengan meniru teriakan manusia serigala. Harry dan Hermione menyelamatkan Buckbeak dan kembali
melihat adegan malam, sampai mereka melihat Dementor menikung Harry dan
Sirius. Harry bertekad untuk melihat siapa yang mengirimkan Patronus, ia menyadari bahwa itu adalah dirinya sendiri. Setelah
menyelamatkan diri masa lalunya dan Black dari Dementor, Harry dan
Hermione terbang di punggung Buckbeak ke menara, di mana Black
dipenjara, dan menyelamatkannya. Harry
dan Hermione kembali ke rumah sakit, dan berjumpa Dumbledore.
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban

Berawal
saat Bibi Marge (saudara paman Dursley) bertamu ke keluarga Dursley.
Bibi Marge
menjelek-jelekkan kedua orang tua Harry di depan Harry sendiri. Harry
pun marah kepada Bibi Marge dan secara tidak sengaja menyebabkan dia
mengembung seperti balon secara ajaib dan terbang melayang ke udara.
Harry Potter melarikan diri dari rumah keluarga
Dursley. Dia berjalan dan menyadari bahwa sudah tidak ada bus lagi yang
lewat, dia duduk dipinggir jalan dengan kopernya. Seekor anjing hitam
muncul dari semak-semak, dan menggeram kepadanya, dan dia mengangkat
tongkatnya. Ketika itu muncul bus, dan Harry menaiki Bus Ksatria ke The
Leaky Cauldron.
Di sana ia bertemu dengan Cornelius Fudge, Menteri Sihir. Fudge memberi tahu Harry bahwa Bibi Marge telah dikempiskan dan bahwa ia tidak akan dihukum. Kementerian Sihir hanya peduli tentang keselamatan Harry karena seseorang yang diduga pengikut Lord Voldemort, Sirius Black telah melarikan diri dari penjara sihir Azkaban. Black adalah teman baik dari keluarga Harry Potter, tapi dia mengkhianati keluarga Harry Potter dan menyerahkannya kepada Lord Voldemort yang jahat. Voldemort membunuh orangtua Harry, tetapi, ketika ia mencoba untuk membunuh Harry, dia menghilang secara misterius. Setelah itu, Black membunuh teman mereka Peter Pettigrew bersama dengan 12 muggle.
Di sana ia bertemu dengan Cornelius Fudge, Menteri Sihir. Fudge memberi tahu Harry bahwa Bibi Marge telah dikempiskan dan bahwa ia tidak akan dihukum. Kementerian Sihir hanya peduli tentang keselamatan Harry karena seseorang yang diduga pengikut Lord Voldemort, Sirius Black telah melarikan diri dari penjara sihir Azkaban. Black adalah teman baik dari keluarga Harry Potter, tapi dia mengkhianati keluarga Harry Potter dan menyerahkannya kepada Lord Voldemort yang jahat. Voldemort membunuh orangtua Harry, tetapi, ketika ia mencoba untuk membunuh Harry, dia menghilang secara misterius. Setelah itu, Black membunuh teman mereka Peter Pettigrew bersama dengan 12 muggle.
Harry,
Ron, dan Hermione berada dikereta dalam perjalanan menuju Hogwarts.
Mereka berada satu ruangan dengan Profesor Remus Lupin yang sedang
tertidur, yang menjadi guru baru "Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam".
Mereka membicarakan tentang Black yang melarikan diri dari penjara
Azkaban. Tiba-tiba kereta berhenti di sebuah jembatan dan lampu mejadi
padam. Ron dan teman-teman lainnya khawatir bahwa ada sesuatu diluar
sana. Suhu menjadi dingin, es merayap di sekitar luar kaca jendela
kereta. Di luar koridor, makhluk sihir yang menakutkan perlahan muncul.
Pintu kabin terbuka, makhluk itu mulai menghisap Harry. Guru yang sedang
tertidur tiba-tiba bangun, berdiri, dan mengusir makhluk itu dengan cahaya putih yang sangat terang yang berasal dari tongkatnya.
Harry pingsan, setelah sadar Lupin memberinya cokelat dan menjelaskan
bahwa makhluk itu adalah Dementor. Para Dementor biasanya menjaga
penjara Azkaban, tetapi keluar untuk mencari Black yang melarikan diri
dari Azkaban.
Harry
dan teman-temannya Ron Weasley dan Hermione Granger kembali ke Sekolah
Sihir Hogwarts dan keamanan telah diperketat karena
Black melarikan diri. Sekarang dijaga oleh Dementor,
makhluk jahat yang mengeringkan dan memakan kebahagiaan orang didekatnya
dan penjaga
penjara Azkaban. Mereka juga menyebabkan Harry pingsan. Remus Lupin,
guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam memberitahu Harry dia lebih
rentan terhadap dementor karena dia telah melihat kengerian yang tulus
di masa lalunya. Lupin setuju untuk mengajari Harry Mantra Patronus,
sebuah perisai melawan Dementor.
Harry
memulai pelajaran di tahun ketiganya, banyak perubahan yang terjadi.
Pengumuman resmi guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Profesor
Lupin. Rubeus Hagrid, menjadi guru Pemeliharaan Satwa Gaib. Kemudian,
Hermione terlihat mengambil banyak kelas yang beberapa diantaranya
diajarkan dalam waktu yang bersamaan.
Ketika
kelas ramalan, Profesor Trelawney melihat ramalan di dauh teh didalam
cangkirnya, yang membentuk "Grim" atau seekor anjing. Simbol tersebut
merupakan simbol kematian. Pada kelas perdana Hagrid, Draco Malfoy
sengaja memprovokasi seekor hippogriff yaitu Buckbeak, sehingga ia
diserang dan melukai diri Malfoy. Ayah Draco, Lucius Malfoy melaporkan
peristiwa tersebut ke Kementrian Sihir. Kemudian pada pelajaran
Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Profesor Lupin mengintruksikan kelas
untuk mengatasi Boggart, Boggart akan berubah bentuk dan muncul sebagai
ketakutan terbesar dalam diri seseorang. Ketika giliran Harry, Boggart
berubah bentuk menjadi Dementor, kemudian Profesor Lupin mengalahkannya
sebelum Harry mendapat kesempatan.
Harry
tertekan untuk belajar, ia tidak akan diizinkan untuk mengunjungi
Hogsmeade, desa setempat, kebanyakan siswa diperbolehkan untuk
mengunjungi di akhir pekan, karena surat perizinannya tidak di tanda
tangani oleh orang tua atau walinya (Paman Dursley). Ia juga marah
dengan Draco Malfoy karena telah
menghancurkan pelajaran pertama Hagrid sebagai guru Pemeliharaan Satwa
Gaib. Malfoy sengaja membiarkan dirinya diserang oleh Buckbeak,
Hippogriff kesayangan Hagrid, dan ayahnya memastikan bahwa Buckbeak yang
dihukum akan dieksekusi pada akhir tahun sekolah. Kemudian Harry
bertemu dengan Profesor Lupin, alasan ia tidak diizinkan untuk melawan Boggart adalah bahwa Lupin khawatir itu akan berubah bentuk menjadi Voldemort. Sepanjang tahun,
Hermione menggunakan Time-Turner untuk bepergian dalam waktu dan
menghadiri kelas-kelas yang diadakan pada saat yang sama. Malam itu, Sirius Black berhasil masuk ke Hogwarts dan menghancurkan (Dawn French) potret Nyonya Gemuk yang menjaga Menara Gryffindor.
Ketika pertandingan Quidditch, beberapa Dementor menyerang Harry, ia pingsan dan jatuh dari sapunya. Dumbledore marah karena Dementor datang dalam halaman sekolah dan mereka dilarang melakukan itu. Harry bertanya-tanya mengapa Dementor tampaknya memiliki minat khusus kepadanya, dan Lupin mengungkapkan bahwa ini adalah karena kengerian dalam masa lalu Harry. Harry menganggap bahwa ia perlu tahu caranya bagaimana ia membela diri dan mengatasi Dementor, dan ia meyakinkan Lupin agar bisa mengajarinya.
Ketika
perjalanan ke Hogsmeade berikutnya, Harry mencoba untuk menyelinap
dengan menggunakan Jubah Gaib miliknya, tetapi tertangkap oleh Fred dan
George Weasley, kemudian mereka memberikan Harry Peta Perompak. Ini
adalah peta yang menunjukkan posisi setiap orang. Fred dan George juga
memberi tahunya bahwa peta ini menunjukan bagian-bagian rahasia dari
Hogwarts. Ketika di Hogsmeade, Harry yang berada di dalam Jubah Gaib nya
melihat Menteri Fudge dan Profesor Minerva McGonagall mengobrol di jalan, membahas Black dan dirinya. Dia mengikuti mereka saat mereka masuk ke dalam suatu ruangan dan terkejut mendengar bahwa Sirius Black adalah teman baik orang tuanya dan merupakan ayah baptis dari Harry. Black diduga membocorkan keberadaan rahasia Potter kepada Lord Voldemort, dan membunuh teman mereka Peter Pettigrew, serta dua belas Muggle. Harry bersumpah untuk membunuh Black. Saat kembali dari Hogsmaede, dia diberi tahu oleh Hagrid bahwa sebagai akibat dari pengaduan Lucuis Malfoy , Buckbeak telah dijatuhi hukuman mati. Pada malam harinya, Harry terkejut ketika ia melihat nama Peter Pettigrew di Peta Perompak. Dia pergi mencarinya tetapi tidak dapat menemukannya. Kemudian Profesor Snape memergoki Harry keluar dari tempat tidur, kemudian Lupin datang, dan memeriksa peta tersebut, Lupin mengatakan itu hanyalah sebuah perkamen lelucon.
Harry memiliki kelas private dengan Lupin, ia harus menghasilkan Patronus, perisai yang digunakan untuk mengusir Dementor. Harry menguji dirinya dengan menggunakan Bogart. Dia gagal pertama kalinya, dan mencoba untuk kedua kalinya. Pada
saat kelas Ramalan, Hermione merasa jengkel kepada Profesor Trelawney,
dan ia menjatuhkan bola kristal milik Profesor, kemudian Harry
mengambilnya dan mengembalikannya kepada Profesor Trelawney. Profesor Trelawney meraih bahu Harry, berbicara seolah-olah memiliki ramalan bahwa "Hamba Pangeran Kegelapan akan kembali kepadanya malam itu dan bahwa darah yang tak berdosa akan tumpah".
Ketika Harry, Ron, dan Hermione mengetahui bahwa Buckbeak akan dieksekusi, mereka mengunjungi Hagrid di gubuknya untuk menghiburnya. Dalam perjalanan Draco mengejek mereka dan kemudian Hermione meninju wajahnya. Sementara di sana, Hagrid mengatakan mereka tidak bisa tetap bersamanya selama pelaksanaan eksekusi dan Buckbeak tidak dapat dibebaskan, karena para petugas akan tahu kalau itu perbuatan Hagrid. Hagrid juga menemukan Scabbers tikus Ron yang hilang, dan mengembalikannya kepada Ron. Ron salah sangka bahwa tikus itu telah dimakan oleh Crookshanks kucing Hermione, yang menyebabkan
perselisihan antara dirinya dan Hermione. Para pengeksekusi sudah tiba dan mendekati pondok Hagrid, sebuah batu terlempar lewat jendela dan kemudian mereka meninggalkan pondok Hagrid dan lari bersembunyi dibalik buah labu yang besar, melihat eksekusi dari jauh. Scabbers kemudian menggigit Ron, dan Ron mengejarnya hingga sampai di bawah pohon Dedalu Perkasa. Seekor anjing hitam muncul dan menyerang Ron dan menyeretnya ke dalam
lorong di bawah pohon ajaib, Dedalu Perkasa.. Harry dan Hermione mengikuti, menemukan sebuah terowongan yang membawa mereka ke Shrieking Shack.
Di dalam, Harry akhirnya bertemu dengan Sirius Black dan ingin membunuhnya. Black adalah Animagus, Black dapat berubah menjadi hewan, yaitu seekor anjing hitam. Harry mencoba
untuk menyerang Black dan kemudian Lupin tiba. Kebiasaan Lupin
telah diamati oleh Hermione selama belajar dikelas dengannya dan Lupin
mengakui bahwa ia adalah manusia serigala. Lupin menjelaskan bahwa dia, Black,
Pettigrew, dan James Potter, ayah Harry, adalah teman baik dan menyebut
diri mereka sebagai "Marauders". Untuk membuat transformasi Lupin lebih
menyenangkan, teman-temannya semua menjadi Animagi, manusia yang bisa
berubah menjadi binatang. Para Marauders tetap berteman setelah tumbuh
dewasa, dan ketika mereka menentang Voldemort yang mengejar Potter,
Black menjadi Penjaga Rahasia mereka. Namun, Black kemudian
mengungkapkan bahwa dia diam-diam beralih tugas dengan Pettigrew untuk
melayani Voldemort sebagai umpan. Black menyadari bahwa Pettigrew adalah pengkhianat,
dan daripada dibunuh oleh Black, Pettigrew menyamar menjadi Scabbers.
Lupin dan Sirius berupaya untuk mengungkapkan diri Pettigrew, dan
Pettigrew berubah dari Scabbers dan kembali ke bentuk manusia. Dia
mengakuinya, tetapi Harry menghentikan Black dan Lupin agar tidak membunuhnya, dia tidak ingin kedua teman baik ayahnya menjadi pembunuh.
Sebaliknya, Harry membujuk mereka untuk membawa
Pettigrew kembali ke kastil Hogwarts untuk membersihkan nama Sirius.
Namun, ketika mereka kembali ke kastil, bulan purnama muncul
dan Lupin bertransformasi menjadi manusia srigala. Black merubah
dirinya menjadi srigala untuk melindungi Harry, Ron dan Hermione. Werewolf dan Black saling menyerang. Selama keributan, Pettigrew mengubah dirinya kembali menjadi tikus dan melarikan diri. Sirius terluka parah, Harry membawanya ketepi danau, saat itu segerombolan Dementor mendekati mereka. Harry menghasilkan Patronus untuk mencoba menangkis dan membuat mereka pergi, namun hampir tidak cukup kuat dan mereka berdua diserang Dementor. Kemudian di sisi lain dari sungai muncul Patronus simbol putih cemerlang berbentuk rusa dan Patronus tersebuat membuat Dementor pergi. Mereka selamat di menit terakhir oleh Patronus yang
Harry percaya itu dilakukan oleh ayahnya.
Harry
terbangun di rumah sakit dan mendengar kabar bahwa Sirius Black
telah ditangkap dan akan segera diberikan ke Dementor, untuk dihisap
jiwanya. Dumbledore masuk, Harry, Ron, dan Hermione mencoba dan meyakinkan kalau Black tidak bersalah. Dumbledore entah bagaimana sudah mengetahuinya. Namun,
ia menyarankan bahwa Harry dan Hermione menggunakan
Time-Turner untuk perjalanan kembali ke waktu lampau dan mencegah
penangkapannya
(sekarang kita mengetahui bagaimana dia telah menghadiri kelas dalam
waktu yang bersamaan), dan setidaknya menyelamatkan Black dan Buckbeak
dari nasib
mereka. Hermione memutar jam yang dikalungkannya kembali tiga putaran (tiga jam), dan Harry
dan Hermione bersama-sama kembali ke masa lalu, di mana mereka mengamati
dan kembali ke peristiwa sebelumnya. Mereka melempar batu melalui jendela pondok Hagrid, memberi tahu bahwa para pengeksekusi sudah mendekat. Mereka
menyelamatkan Buckbeak sedangkan pihak eksekusi berada didalam pondok dengan Hagrid
sesaat sebelum eksekusi, sehingga membebaskan Hagrid dari kesalahan
apapun. Hermione
mengalihkan perhatian dari manusia serigala Lupin dengan meniru teriakan manusia serigala. Harry dan Hermione menyelamatkan Buckbeak dan kembali
melihat adegan malam, sampai mereka melihat Dementor menikung Harry dan
Sirius. Harry bertekad untuk melihat siapa yang mengirimkan Patronus, ia menyadari bahwa itu adalah dirinya sendiri. Setelah
menyelamatkan diri masa lalunya dan Black dari Dementor, Harry dan
Hermione terbang di punggung Buckbeak ke menara, di mana Black
dipenjara, dan menyelamatkannya. Harry
dan Hermione kembali ke rumah sakit, dan berjumpa Dumbledore.
Saat tahun akhir sekolah, Lupin mengumumkan bahwa ia mengundurkan diri, orang tua murid tidak akan nyaman bahwa dia adalah manusia serigala. Dia mengembalikan Peta Perampok kepada Harry karena ia tidak lagi seorang profesor. Harry kemudian menerima hadiah dari sumber yang tidak diketahui, Firebolt, sebuah sapu terbang. Hermione menyatakan bahwa Sirius pasti mengirimnya. Harry mencoba sapunya keluar.
Piala
Api telah memuntahkan 3 nama untuk 3 sekolah, yaitu Fleur Delacour dari
Beauxbatons, Viktor Krum dari Durmstrang, dan Cedric Diggory dari
Hogwarts, ketika semua orang mengira seleksi telah berakhir. Namun
ternyata Piala Api kembali memuntahkan satu nama, Harry Potter.
Semua orang mengira Harry (yang masih di bawah umur untuk mengikuti
turnamen tersebut) berhasil mengelabuhi Piala Tersebut. Ketika Mad-Eye
Moody,
guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam Hogwarts tahun ini, menepiskan
anggapan mereka, dan mengatakan bahwa dibutuhkan sihir yang sangat kuat
untuk merekayasa Piala Api. Meski kedua sekolah lain mengajukan protes,
akhirnya Harry ditetapkan sebagai salah satu juara.
Harry Potter and the Goblet of Fire
Harry, Ron dan Hermione memasuki tahun ke-4 mereka
di Hogwarts. Setelah mengalami mimpi aneh dengan Pangeran, Harry
terbangun di rumah keluarga Weasley. Harry, Hermione dan Keluarga
Weasley pergi untuk menonton final Piala
Dunia Quidditch ketika malamnya terjadi kekacauan di perkemahan. Para
Pelahap Maut yang mengenakan topeng muncul dan membakari tenda-tenda.
Harry yang terpisah dari teman-temannya dan sempat pingsan, ia sempat
melihat sesosok orang menggumamkan sesuatu dan mengirimkan Tanda
Kegelapan
ke angkasa, tapi ketika Ron dan Hermione tiba, orang tersebut telah
pergi. Mereka nyaris dituduh sebagai orang yang melepaskan Tanda
Kegelapan tersebut.
Ketika kembali ke Hogwarts, mereka dikejutkan dengan berita bahwa
Hogwarts menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Turnamen Triwizard,
sebuah turnamen yang diadakan untuk mempererat persaudaraaan antar
Sekolah Sihir. Dua sekolah lain yang mengikuti turnamen ini adalah
Akademi Sihir Beauxbatons pimpinan Madame Maxime dan Institut Durmstrang
yang dipimpin oleh Igor karkaroff. Setiap sekolah akan diwakili oleh
satu juara sekolah, yang akan dipilih setelah memasukkan nama mereka ke
dalam Piala Api.
Piala
Api telah memuntahkan 3 nama untuk 3 sekolah, yaitu Fleur Delacour dari
Beauxbatons, Viktor Krum dari Durmstrang, dan Cedric Diggory dari
Hogwarts, ketika semua orang mengira seleksi telah berakhir. Namun
ternyata Piala Api kembali memuntahkan satu nama, Harry Potter.
Semua orang mengira Harry (yang masih di bawah umur untuk mengikuti
turnamen tersebut) berhasil mengelabuhi Piala Tersebut. Ketika Mad-Eye
Moody,
guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam Hogwarts tahun ini, menepiskan
anggapan mereka, dan mengatakan bahwa dibutuhkan sihir yang sangat kuat
untuk merekayasa Piala Api. Meski kedua sekolah lain mengajukan protes,
akhirnya Harry ditetapkan sebagai salah satu juara.
Berbagai tanggapan diperoleh Harry dari orang-orang terdekatnya. Ron,
sahabatnya selama ini, agak cemburu dengan tampilnya Harry sebagai
juara, dan mereka sempat tidak berbicara satu sama lain. Hermione
percaya bahwa bukan Harry yang memasukkan namanya ke dalam Piala Api.
Sirius yang masih dalam pelarian memperingatkan Harry untuk berhati-hati
karena peserta turnamen sangat rentan terhadap kecelakaan. Di tugas
pertama, keempat juara diperintahkan untuk mengambil telur emas dari
seekor naga, di mana di dalam telur tersebut berisi petunjuk untuk tugas
kedua. Harry dan semua peserta turnamen triwizard lainnya berhasil mengambil telur emas tersebut dan lolos dari serangan
naga.
Di hari Natal, diadakan Pesta Dansa (Yule), dimana para juara diwajibkan
memiliki pasangan karena mereka akan melakukan dansa pembukaan. Harry
yang mengincar seeker Ravenclaw yang cantik, Cho Chang,
ternyata kalah cepat dari Cedric Diggory. Akhirnya Harry ke pesta
tersebut berpasangan dengan Parvati Patil, Ron dengan Padma Patil, dan
Hermione yang mengejutkan semua orang berpasangan dengan Victor Krum,
seeker nasional Bulgaria, sang juara Durmstrang.
Tugas kedua adalah menyelamatkan sandera di bawah laut. Sandera Harry
adalah Ron, sandera Krum adalah Hermione, sandera Cedric adalah Cho
Chang, dan sandera Fleur adalah adiknya, Gabrielle. Fleur tidak bisa
menyelamatkan adiknya akibat serangan Grindylow. Harry yang mengira
tugas ini betul-betul serius memaksakan dirinya membebaskan Ron dan
Gabrielle sekaligus, sehingga ia dipermaklumkan menjadi juara kedua
karena 'akhlak yang baik'.
Setelah tugas kedua, Harry menemukan mayat Barty Crouch, wakil dari
Kementrian Sihir untuk Turnamen Triwizard, dan bergegas mendatangi
kantor Dumbledore untuk melaporkannya. Sesampainya di sana, Harry
diminta untuk menunggu di kantor Dumbledore, dan saat itulah Harry masuk
ke dalam Pensieve,
membawa Harry ke dalam ingatan Dumbledore bertahun-tahun yang lalu,
ketika Kementrian mengadili putra Barty Crouch dengan tuduhan sebagai
Pelahap Maut.
Tugas ketiga adalah sebuah labirin, yang telah diberi berbagai
rintangan. Piala Api terletak di tengah labirin tersebut. Siapa yang
terlebih dahulu menemukan Piala tersebut, dialah yang tampil sebagai
juara Turnamen Triwizard. Cedric dan Harry masuk terlebih dahulu,
diikuti Krum, dan terakhir Fleur. Dalam tugas ini, ternyata Krum telah
berada di bawah Kutukan Imperius, dan ia menyerang siapa saja yang
ditemuinya. Ia menyerang Fleur. Cedric dan Harry juga diserangnya, dan
ketika mereka tengah menghindari kejaran Krum, mereka telah melihat
jalan menuju Piala Api. Cedric terhambat karena belitan tanaman. Sejenak
Harry ragu, tapi ia kembali ke Cedric dan membantunya melepaskan diri.
Mereka pun sepakat untuk menjadi juara bersama. Ketika mereka menyentuh
Piala Api tersebut bersamaan, Harry sadar bahwa Piala tersebut adalah
portkey. Sebelum sadar dimana mereka berada, Cedric dibunuh oleh Peter
Pettigrew.
Ia juga memantrai sebuah patung untuk menawan Harry. Mulailah ritual
pembangkitan Voldermort. Dengan kengerian luar biasa Harry menyaksikan
Voldermort hidup kembali dan segera bereunifikasi dengan para Pelahap
Mautnya yang segera ber-Apparate satu persatu di sisinya.
Harry
menyaksikan satu persatu mereka membuka topengnya, dan melihat bahwa
Lucius Malfoy ada di antara mereka. Voldermort bermaksud membunuh Harry
dengan cara duel. Namun ketika tongkat mereka bertemu, terjadilah efek
yang sangat langka, yang disebut sebagai Priori Incantatem.
Tongkat Voldermort mengeluarkan bayangan orang-orang yang pernah
dibunuhnya, termasuk orang tua Harry. Ayah dan Ibu Harry menyuruhnya
untuk kembali ke Piala agar dapat kembali ke sekolah. Maka Harry, sambil
menyeret tubuh Cedric, kembali menyentuh Piala yang membawanya kembali
ke Hogwarts.
Para penonton yang mengira mereka telah mendapatkan Piala bersorak
kegirangan, sebelum kemudian berganti dengan jeritan histeris ketika
sadar bahwa Cedric Diggory telah menjadi mayat. Harry yang tengah kalut
dibawa oleh Moody kembali ke kastil. Dan beberapa saat kemudian
terkuaklah rahasia, bahwa ternyata selama ini dia adalah Barty Crouch
Jr, yang ditugasi untuk membawa Harry di malam Voldermort bangkit
kembali.
Saat Harry, Ron, dan Hermione pada tahun kelimanya di Hogwarts, Menteri Sihir Cornelius Fudge menujuk Dolores Umbridge, seorang pejabat Kementerian Senior,
sebagai guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, ia menolak untuk
mengajarkan praktek sihir kepada murid-murid, dan melarang murid
menggunakan mantra. Harry berulang kali mendapat detensi karena
mengatakan bahwa Voldermort
telah kembali. Harry dan seluruh murid kelas 5 akan menjalani ujian OWL,
dimana mereka sudah harus berpikir pelajaran apa saja yang akan (dan
mau) menerima mereka di kelas 6, serta tentang karier apa yang mereka
minati selepas sekolah. Di tengah tekanan Umbridge dan segala dekritnya,
Harry, atas dukungan penuh dari Ron dan Hermione, memimpin sekelompok
anak untuk mempraktekkan pertahanan terhadap ilmu hitam dalam sebuah
kelompok yang mereka namai Laskar Dumbledore (LD). LD beranggotakan
cukup banyak anak, selain Ron, Hermione, Ginny, Neville, Luna Lovegood,
Fred & George, Cho Chang, dan beberapa anak dari asrama lain yang
kelihatannya lebih ingin tahu apakah benar pikiran Harry terganggu
seperti yang diberitakan koran-koran, atau ingin tahu cerita yang
sebenarnya tentang kematian Cedric dan kembalinya Voldermort.
Harry Potter and the Order of Phoenix

Pada suatu malam Harry
dikejutkan dengan hadirnya Dementor di Privet Drive,
yang hendak menyerang dirinya dan Dudley. Untunglah ia berhasil
menghasilkan Patronus untuk melawan. Namun akibat dari hal ini,
dia nyaris diusir oleh pamannya (karena dikira menyerang Dudley),
kemudian ia menghadapi persidangan di Kementerian Sihir dan terancam
dikeluarkan
dari Hogwarts. Di persidangan tak seorangpun percaya bahwa ada Dementor
berkeliaran di
daerah Muggle. Dumbledore mengatakan bahwa Kementerian tidak
punya hak untuk mencampuri urusan sekolah, termasuk dalam hal ini
mengeluarkan seorang murid. Dan dengan dibantu oleh Mrs.Figg, yang
menjadi saksi dalam persidangan, kemudian para kementriam sihir
mengambil suara voting, Harry pun bebas dari segala tuduhan dan
dibolehkan untuk kembali ke Hogwarts.
![]() |
| Saat Harry mengajar anggota Laskar Dumbledore |
Harry mendapatkan mimpi buruk, ia melihat serangan berbahaya pada Arthur Weasley di Departemen Misteri yang melibatkan Nagini, ular Lord Voldemort. Penglihatan yang dialami Harry akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia
dan Voldermort, entah bagaimana, saling terhubung. Harry merasakan
amarah dan kesenangan Voldermort. Suatu saat hal ini menguntungkan,
karena menyelamatkan Arthur Weasley dari maut. Tapi Dumbledore kemudian
menugaskan Snape untuk mengajari Occlumency, untuk menutup pikirannya
dari Voldermort. Harry dan Snape yang sama-sama tidak senang dengan hal
ini, tetap melakukannya, sampai suatu saat Harry memasuki Pikiran Snape
dan mendapati alasan mengapa ia begitu membenci ayahnya dan Sirius.
Snape sangat marah ketika memergoki Harry dan menolak untuk
mengajarinya sejak saat itu.
Sementara itu, Bellatrix Lestrange lolos dari Azkaban bersama dengan Pelahap Maut lain setelah salah satu dinding penjara rusak oleh kilatan petir. Di Hogwarts, Umbridge, Filch dan team penyelidiknya Draco Malfoy dkk, mengungkap Laskar Dumbledore setelah menginterogasi salah satu siswa Cho Chang, wanita yang disukai oleh Harry. Dumbledore akan ditangkap, tetapi Dombledore segera melarikan diri dengan beraparate bersama burung Phoenix. Dengan Dumbledore pergi, Umbridge menjadi Kepala Sekolah yang baru dan ia selalu membuat peraturan-peraturan yang melarang murid-murid untuk berkembang. Kemudian, Hagrid memperkenalkan Harry, Ron, dan Hermione dengan saudara raksasanya, Grawp. Ia dan Madame Maxime sebenarnya ditugasi Dumbledore untuk mendekati para
raksasa agar tidak bergabung dengan Voldermort. Tapi tidak berhasil,
karena ternyata para Pelahap Maut telah mendekati mereka terlebih
dahulu. Ketika pulang, Hagrid membawa Grawp (karena ibu mereka telah
meninggal) yang bertubuh mungil (untuk ukuran raksasa).
Selama ujian OWL berlangsung, Sikembar Weasley yaitu Fred dan George menjalankan rencananya. Mereka meledakkan kembang api di aula besar yang menyebabkan kekacauan saat ujian. Sebagian siswa bersorak gembira, Harry kembali mendapat penglihatan, ia melihat bahwa Sirius sedang dalam bahaya. Harry, Ron, dan Hermione buru-buru untuk mencari Sirius, tapi Umbridge, segera setelah itu, menangkap mereka mencoba untuk menggunakan Jaringan Floo, dan mulai menginterogasi Harry. Dia menyerukan Profesor Snape untuk membawa Veritaserum untuk digunakan selama interogasi, karena dia menggunakannya untuk semua interogasi sebelumnya, tapi Snape mengatakan kepadanya bahwa pasokan telah habis. Hermione kemudian membuat siasat dengan membawa Umbridge untuk memasuki Hutan Terlarang bersama dengan Harry dan dia mencari senjata palsu, benar-benar mengarah ke tempat persembunyian Grawp yang saat itu sudah tidak ada, bebas dari ikatannya, kemudian kawanan Centaur muncul, mereka memiliki masalah dengan Departemen Kementrian, para Centaur kemudian membawa kepala sekolah Umbridge. Hermione dan Harry kembali ke Hogwarts untuk bertemu dengan Ron dan anggota Orde Phoenix lainnya, Luna Lovegood, Neville Longbottom, dan Ginny Weasley, mereka memutuskan untuk terbang ke London dengan Thestral (makhluk ajaib bersayap seperti kuda) ke Departemen Misteri Kota London dalam upaya untuk menyelamatkan Sirius.
Mereka kemudian masuk kedalam Departemen Misteri, di mana mereka menemukan sebuah ramalan yang melibatkan Harry dan Voldemort, tetapi segera disergap oleh Pelahap Maut, termasuk Lucius Malfoy dan Bellatrix Lestrange, sepupu gila Sirius. Setelah pertempuran singkat dan upaya melarikan diri gagal, para Pelahap Maut, berhasil mengambil Ron, Hermione, Luna, Neville, dan Ginny sebagai sandera, mengancam akan membunuh mereka jika Harry tidak menyerahkan ramalannya. Sirius muncul, dengan anggota lain dari Orde Phoenix, dan menyerang Lucius dan Pelahap Maut lainnya yang menyebabkan ia menjatuhkan ramalannya, dan hancur. Pertempuran mengakibatkan kematian Sirius di tangan Bellatrix. Kemudian Harry mengejar Bellatrix untuk membunuhnya, tapi ia berjuang untuk bebas dari kutukan Cruciatus. Voldemort sendiri muncul, siap untuk membunuh Harry ketika Dumbledore muncul untuk menghadapi pertempuran melawan Voldemort.
Sebuah duel singkat yang sengit antara Voldemort dan Dumbledore berlangsung, di mana Bellatrix lolos melalui Jaringan Floo. Kemudian Voldemort menghilang, Harry tiba-tiba dirinya dirasuki oleh Voldemort, mengingat gambaran masa lalunya, keluarganya dan teman-temannya, tetapi ia berhasil bebas dari pengaruh Voldemort, menyatakan bahwa dia lebih kuat dari Voldemort melalui teman-temannya dan kemampuannya untuk mencintai. Pejabat Departemen, termasuk Fudge, buru-buru tiba melalui Jaringan Floo sebelum saat-saat Voldemort menghilang.
Kementerian dipaksa untuk mengakhiri kampanye kotor dan Umbridge tak lagi menjadi Kepala sekolah di Hogwarts, dan menunggu penyelidikan resmi selanjutnya. Dombledore kembali menduduki jabatannya sebagai Kepala sekolah. Dumbledore menjelaskan bahwa ia telah berusaha untuk menjauhkan diri dari Harry sepanjang tahun, berharap akan mengurangi risiko Voldemort menemukan dan menggunakan hubungan antara keduanya. Sementara siswa pulang dari Hogwarts pada akhir tahun ajaran, Harry memberitahu teman-temannya bahwa mereka memiliki satu hal yang Voldemort tidak miliki, yaitu "CINTA", kekuatan yang layak diperjuangkan.
![]() |
| Harry dan lainnya menuju kereta, tahun ke-5 telah berakhir. |
Harry Potter and the Half Blood Prince

Khawatir dengan
pengalaman pertemuannya dengan Voldemort di Kementerian Sihir, Harry
Potter merasa enggan untuk kembali ke Hogwarts. Dumbledore mendorongnya
untuk kembali, setelah mengajaknya untuk menemui seorang mantan guru
Hogwarts, Horace Slughorn. Dengan bantuan Harry, ia berhasil membujuk
Slughorn agar mau kembali mengajar di Hogwarts. Sementara itu, Pelahap
Maut mulai menimbulkan kerusakan baik di kalangan Muggle (non sihir)
maupun Penyihir. Mereka menghancurkan Jembatan Millennium serta menculik
pembuat tongkat sihir Mr. Ollivander dan menghancurkan tokonya di
Diagon Alley.
![]() |
| Sumpah tak terlanggar antara Snape dan Narcissa |
Bellatrix Lestrange
berhasil membujuk Severus Snape untuk melakukan Sumpah Tak Terlanggar
dengan ibu Draco Malfoy, Narcissa.
Sumpah ini memastikan agar Snape melindungi Draco dan menyelesaikan
tugas yang diberikan Voldemort kepada Draco jika Draco gagal
melakukannya. Harry, Ron, dan Hermione, ketika sedang berada di Diagon
Alley, mengikuti lalu melihat Draco memeasuki toko Borgin and Burkes
dan mengambil bagian dalam sebuah ritual bersama kelompok Pelahap Maut.
Selanjutnya, ketiga sahabat ini terus mewaspadai tindakan Draco.
Di Hogwarts, sekolah
diamankan secara ketat baik oleh pihak sekolah
maupun Kementerian Sihir untuk memastikan agar Pelahap Maut tidak dapat
mendekati sekolah tersebut. Dengan kembalinya Slughorn mengajar Ramuan,
Snape kini mendapatkan posisi untuk mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu
Hitam. Profesor McGonagall mendorong Harry dan Ron untuk mengambil kelas
Ramuan, yang kini diajar Slughorn yang mau menerima siswa dengan nilai
OWL
yang lebih rendah. Harry dan Ron, yang tidak membeli buku teks karena
tidak menduga bahwa mereka dapat mengambil kelas itu, dipinjami buku
teksnya dari kelas Ramuan.
![]() |
| Harry mendapat ramuan Felix Felicis dari Profesor Slughorn |
Buku pinjaman Harry sudah dibubuhi tulisan-tulisan petunjuk yang
lebih tepat untuk membuat ramuan dan mantra-mantra lain, dan dengan
segera membuat Harry menjadi siswa Ramuan nomor satu melebihi siswa
lainnya di kelasnya. Harry menemukan di sampulnya bahwa buku itu pernah
dimiliki oleh "Pangeran Berdarah-Campuran". Hermione mencari di
perpustakaan namun tidak dapat menemukan apa-apa mengenai nama ini.
Setelah mengikuti petunjuk tulisan 'Pangeran Berdarah Campuran', Harry
kemudian berhasil memenangkan hadiah cairan keberuntungan, Felix
Felicis, dari Profesor Slughorn karena keberhasilannya membuat sebuah
ramuan yang sangat sulit.
Ketika akan mengikuti pertandingan Quidditch, Ron merasa gugup. Harry
berbuat seolah-olah ia menambahkan cairan keberutungan ke minuman Ron,
untuk menaikkan kepercayaan diri Ron. Akibatnya, Ron sukses besar
menjadi kiper Quidditch dari tim Gryffindor, dan mendapatkan cinta Lavender Brown.
Keduanya berciuman di pesta perayaan kemenangan Gryffindor di Ruang
Rekreasi. Hermione yang melihat ini, lari meninggalkan ruangan itu
sambil menangis, diikuti oleh Harry. Kepada Harry, Hermione mengakui
bahwa ia memiliki perasaan kepada Ron dan mengerti bagaimana perasaan
Harry ketika Ginny, yang ditaksirnya, berciuman dengan Dean Thomas.
Pada liburan Natal, Harry
menghabiskan liburannya bersama keluarga Weasley, sambil berdiskusi
bersama Mr. Weasley, Remus Lupin, dan Tonks
mengenai situasi Hogwarts. Tiba-tiba terjadi serangan Pelahap Maut yang
hendak menculik Harry. Mereka berhasil menggagalkan upaya Pelahap Maut
itu, namun rumah keluarga Weasley, The Burrows, meledak dan
terbakar. Kejadian ini menyebabkan Harry menyesali diri karena dialah
yang menimbulkan bahaya kepada orang-orang yang disayanginya.
Dumbledore mengungkapkan ingatan Tom Riddle nama asli dari Voldemort melalui Pensieve
kepada Harry, juga ingatan Slughorn di mana Riddle menanyakan mengenai
suatu Sihir Hitam. Sayangnya inngatan itu telah diubah Slughorn sehingga
tidak diketahui sihir hitam apa yang dibicarakan Slughorn dengan Riddle.
Dumbledore mengatakan bahwa Slughorn mungkin takut akan konsekuensinya
jika pembicaraan ini terungkap. Dumbledore juga percaya bahwa jika Sihir
Hitam yang dibicarakan ini terungkap, maka mereka akan memiliki jalan
untuk mengalahkan Voldemort. Karenanya, Dumbledore menyuruh Harry untuk
berusaha mendekati Slughorn supaya akhirnya ia mau memberikan ingatannya
yang asli.
Dengan menggunakan cairan keberuntungan Felix Felicis yang
dimenangkannya pada awal tahun masuk sekolah, Harry beruntung
berhasil mempertemukan Slughorn dengan Hagrid. Keduanya mabuk setelah
upacara penguburan laba-laba raksasa Aragog milik Hagrid, dan Harry
berhasil membujuk dan meyakinkan Slughorn untuk memberikan ingatan yang
sesungguhnya. Ingatan ini mengungkapkan bahwa Riddle menanyakan mengenai Horcrux,
sebuah cara dalam Sihir Hitam untuk membagi jiwa ke dalam Horcrux
sehingga pembuatnya tidak dapat mati selama Horcruxnya tidak
dihancurkan. Dumbledore mengungkapkan bahwa Buku Harian Riddle (yang
dihancurkan Harry pada Harry Potter and the Chamber of Secret)
dan sebuah Cincin milik ibu Voldemort adalah dua dari keenam Horcrux
yang dibuat Riddle. Mereka harus mencari seluruh Horcrux dan
menghancurkan semuanya supaya Voldemort dapat dikalahkan.
Harry kemudian semakin
mencurigai Draco, mengikutinya
di sekolah, tapi gagal untuk mengetahui apa yang direncanakan oleh
Draco. Harry percaya bahwa Draco ada dibalik dua upaya untuk
membahayakan hidup Dumbledore, yang pertama melalui kalung mematikan
yang dititipkan oleh entah siapa kepada Katie Bell (di bawah Kutukan
Imperius)
untuk diberikan kepada Dumbledore sebagai hadiah, yang kedua melalui
sebuah botol minuman Mead beracun yang hendak dihadiahkan Slughorn, juga
terkena kutukan yang sama, kepada Dumbledore. Kejadian yang kedua ini
diketahui secara tidak sengaja ketika minuman itu diminum oleh Ron. Ron
kemudian dirawat di rumah sakit, dan ketika sedang tidak sadar,
ia mengigaukan nama Hermione di hadapan Lavender, yang langsung patah
hati. Setelah insiden ini, Harry memojokkan Draco di sebuah toilet dan
bertarung dengannya di sana. Harry menggunakan mantera Sectumsempra,
yang pernah dibacanya di buku milik Pangeran Berdarah Campuran. Mantera
itu dengan hebat melukai dan membahayakan jiwa Draco. Snape tiba dengan
segera, terbawa oleh Sumpah Tak Terlanggarnya, dan menyembuhkan Draco
sementara Harry pergi tergesa-gesa. Ginny meyakinkan Harry untuk
menyembunyikan buku itu di Kamar Kebutuhan untuk menghindarkan dirinya
dari menggunakan buku itu lagi. Di Kamar itu, mereka menemukan Lemari
Penghilang, yang sedang diusahakan perbaikannya oleh Draco, namun baik
Harry maupun Ginny sama sekali tidak menyadari mengenainya. Ginny
menyembunyikan buku itu dan kemudian berciuman dengan Harry.
Dumbledore mengajak Harry untuk membantunya menemukan salah satu
Horcrux lainnya, di sebuah tempat yang baru diketahuinya. Keduanya berapparate
ke sebuah tebing tepi laut, dan masuk ke sebuah gua tempat Horcrux itu
disembunyikan. Di tengah-tengah danau di dalam gua itu terdapat sebuah
pulau kristal kecil, dan mereka menemukan sebuah ceruk berisi cairan
beracun yang di dasarnya terdapat Horcrux. Untuk dapat mengambil
Horcruxnya, cairan itu harus diminum. Dumbledore menyuruh Harry untuk
memaksa dirinya tetap minum cairan beracun itu, karena ia mengetahui
bahwa cairan itu dapat mengubah pikiran. Dumbledore menghabiskan cairan
beracun itu dengan dibantu paksa diminumkan oleh Harry. Setelah habis,
sementara Dumbledore memulihkan diri dari cairan itu, Harry meraih
Horcrux yang berbentuk kalung liontin. Saat itu, sangat banyak Inferi
(mayat hidup) bergerak dari dasar danau dan menyerang mereka.
Dumbledore berhasil kembali ke kesadarannya tepat pada waktunya dan
membakar semua Inferi itu, lalu keduanya berapparate kembali ke Menara
Astronomi di Hogwarts.
Dumbledore, yang masih lemah akibat minum cairan beracun itu,
menyuruh Harry untuk memanggilkan Snape. Namun sebelum Harry sempat
pergi, terdengar langkah-langkah kaki dan Dumbledore menyuruh Harry
untuk bersembunyi di sisi bawah tingkap Menara itu. Suara langkah kaki
itu ternyata adalah Draco, yang bersiap untuk membunuh Dumbledore atas
perintah Voldemort, tetapi dari dalam dirinya ia tidak dapat
melakukannya. Sementara itu, Lemari Penghilang telah berhasil diperbaiki
sehingga Bellatrix dan para Pelahap Maut lainnya berhasil memasuki
Hogwarts melalui Lemari pasangannya di toko Borgin and Burkes, dan
menggabungkan diri dengan Draco di Menara berhadapan dengan Dumbledore.
Snape secara diam-diam datang melalui tingkap bawah tempat Harry
bersembunyi, memberi isyarat agar Harry tetap diam, lalu naik ke atas
dan bergabung dengan Pelahap Maut lainnya.
![]() |
| Dombledore terbunuh akibat mantra kutukan dari Snape |
Snape lalu melontarkan
kutukan Avada Kedavra
terhadap Dumbledore yang langsung membunuhnya. Kutukan itu menghantam
Dumbledore dan melempar tubuh Dumbledore jatuh ke bawah dari sisi
Menara. Snape, Draco, dan Pelahap Maut lainnya meninggalkan sekolah,
Bellatrix melontarkan lambang Pelahap Maut ke atas sekolah, lalu
menghancurkan Aula Besar, dan membakar pondok Hagrid sambil tertawa
riang.
Harry berusaha untuk menghentikan mereka, dan menyerang Snape menggunakan mantera Sectumsempra.
Namun Snape menangkis mantera itu dan berhasil menjatuhkan Harry.
Sebelum pergi, Snape mengatakan bahwa dialah pencipta mantera Sectumsempra dan bahwa dialah 'Pangeran Berdarah-Campuran' itu.
Para staf guru dan murid-murid Hogwarts berkabung atas kematian
Dumbledore dan Ginny menghibur Harry atas kejadian itu. Ketika ditanya,
Harry sama sekali menolak untuk mengatakan kepada Profesor McGonagall
mengenai apa yang dilakukannya bersama Dumbledore. Belakangan, Harry mengungkapkan kepada Ron dan Hermione bahwa Horcrux
yang ditemukannya bersama Dumbledore itu adalah palsu, berisikan sebuah
pesan dari "R.A.B." yang menyatakan bahwa R.A.B. ini telah mengambil
Horcrux itu dan berharap agar Voldemort tidak lagi dapat hidup abadi.
Harry memberi tahu kedua rekannya bahwa ia tidak akan kembali ke sekolah
pada tahun yang akan datang, dan sebaliknya akan mencari R.A.B. dan
Horcrux-Horcrux lainnya supaya Voldemort pada akhirnya dapat
dibinasakan. Ron dan Hermione mengingatkan Harry bahwa mereka adalah
sahabat-sahabatnya dan mereka akan turut pergi bersama Harry dalam
misinya itu. Ketiga sahabat itu melihat Fawkes, burung
Phoenix milik Dumbledore, terbang menjauh dari batas sekolah Hogwarts.
Dibantu Griphook (dengan
imbalan Pedang Godric Gryffindor), Hermione meminum ramuan Polijus menyamar sebagai Bellatrix
Lestrange, Ron menyamar sebagai penyihir sementara Harry dan Griphook berada di dalam
Jubah Gaib. Mereka memasuki lemari besi Bellatrix
di Bank Gringott's. Horcrux yang dimaksud ternyata adalah piala Helga
Hufflepuff. Namun, Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan
diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor, meninggalkan mereka terpojok
oleh pihak keamanan yang merasa ditipu. Harry, Ron, dan Hermione
berhasil melarikan diri dengan menaiki naga penjaga lemari besi.
Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka, ia dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Di dalam penglihatan tersebut, Voldemort membunuh beberapa goblin dan penjaga Bank Gringott's lainnya, termasuk Griphook. Voldemort telah mendatangi tempat-tempat Horcruxnya yang disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Harry melihat Voldemort marah dan takut. Harry juga melihat bahwa Horcrux berikutnya berkaitan dengan Rowena Ravenclaw, dan ada di kastil Hogwarts. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, kehadiran mereka membunyikan mantra pendeteksi Caterwauling dan dihadang oleh para Pelahap Maut. Namun, mereka diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore, saudara Albus Dumbledore, yang sering Harry lihat di pecahan cermin yang ia miliki. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom. Tiga sekawan tersebut bertemu kembali dengan anggota Laskar Dumbledore dan meminta bantuan untuk mencari mahkota Ravenclaw.
Snape
mendengar kembalinya Harry dan mengumumkan bahwa semua orang yang
membantu Harry kembali, terutama siswa, akan dihukum berat. Harry
kemudian muncul dan menantang Snape mengenai kematian Dumbledore,
dan Minerva McGonagall menantangnya berduel. Snape melarikan diri dan
McGonagall memerintahkan seluruh Hogwarts bersiap untuk bertempur. Pada
saat ini, anggota Orde Phoenix dan simpatisannya berdatangan. Atas
inisiatif Luna Lovegood, Harry kemudian berbicara dengan hantu Helena
Ravenclaw, putri dari Rowena Ravenclaw. Helena mengatakan bahwa
Voldemort telah mengisi
mahkota ibunya dengan ilmu hitam, dan menyatakan bahwa benda itu ada di
Kamar Kebutuhan. Sementara, Ron dan Hermione pergi ke Kamar Rahasia.
Hermione memusnahkan Piala Hufflepuff dengan taring Basilisk, Ron
dan Hermione berciuman untuk pertama kalinya. Di kamar kebutuhan, Harry
dicegat oleh Draco Malfoy, Gregory Goyle, dan Blaise Zabini, namun Ron
dan Hermione datang membantu Harry. Goyle menggunakan mantra api kutukan
Fiendfyre namun jatuh dan mati terbakar. Draco dan Blaise diselamatkan
oleh Harry, Ron, dan Hermione sebelum Harry menusuk Mahkota Ravenclaw
dengan taring Basilisk dan melemparnya ke dalam kobaran api, memusnahkan
mahkota itu. Sementara itu, ketika Hogwarts diserang oleh pasukan
Voldemort, Harry kembali memasuki pikiran Voldemort dan menyadari bahwa
ularnya, Nagini, juga adalah Horcrux. Di dalam pertempuran yang
berlangsung, Fred, Lupin, Tonks, dan Lavender Brown, serta sekitar 50
orang lainnya terbunuh. Pada saat yang sama, Hermione membunuh Fenrir
Greyback (pembunuh Lavender).
Voldemort dan Snape bertemu di rumah perahu dan memberitahu Snape jika Tongkat Elder tidak berfungsi, karena dia bukan tuannya, dan Snape adalah tuan dari tongkat itu karena Snape yang telah membunuh Dumbledore, tuan sebelumnya. Voldemort memerintahkan Nagini untuk membunuh Snape. Di Boathouse (rumah perahu Hogwarts), Harry, Ron dan Hermione melihat Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan ingatannya kepada Harry, Snape menangis, mengeluarkan air mata memori, dan berkomentar tentang bagaimana Harry memiliki mata ibunya, lalu mati.
Dari memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, yang diciptakan tanpa sengaja di Godric Hallow, untuk itu ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh.
Harry kemudian pergi kehutan terlarang, menyerahkan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Harry pun memasuki dunia lain (limbo), dimana ia bertemu Profesor Albus Dumbledore, yang menjelaskan kepadanya tentang Harry sebagai Horcrux dan bahwa kutukan Voldemort telah menghancurkan jiwanya yang berada di tubuh Harry. Harry memutuskan kembali hidup untuk mengalahkan Voldemort, namun ia berpura-pura sudah tewas. Voldemort mengutus Narcissa Malfoy untuk memeriksa apakah Harry masih hidup. Ketika dia mencapai Harry, dia menemukan bahwa Harry masih hidup, dan bertanya pelan pada Harry apakah Draco masih hidup. Harry mengangguk, dan Narcissa menyatakan Harry mati.
Voldemort kemudian membawa "mayat" Harry ke Hogwarts dan mendeklarasikan "kematian" Harry kepada pejuang-pejuang Hogwarts dan siapa saja yang menentangnya akan mati. Neville Longbottom menarik Pedang Godric Gryffindor dan menantang Voldemort dengan sebuah pidato. Pada saat yang sama, Harry mengungkapkan bahwa dirinya masih hidup, dan mulai berduel dengan Voldemort di sekitar sekolah. Hermione dan Ron mencoba untuk membunuh Horcrux terakhir, Nagini. Ketika ular hampir membunuh mereka, Neville memenggal kepala Nagini dengan pedang Gryffindor. Di tempat lain, Molly Weasley membunuh Bellatrix Lestrange.
Akhirnya, Voldemort mati setelah
mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kedavra terhadap Harry.
Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri setelah beradu dengan
mantra pelepas senjata Harry (Expelliarmus). Harry menangkap tongkat
itu. Setelahnya, Harry bergabung dengan kedua sahabatnya dan menjelaskan
bahwa Tongkat Elder melindungi pemiliknya (Harry Potter sendiri). Harry menjelaskan kepada Ron dan Hermione bahwa Draco adalah tuan dari
tongkat tersebut, bukan Snape, karena Draco melucuti senjata Dumbledore sebelum
Snape membunuhnya. Kemudian, di Malfoy Manor, Harry melucuti senjata
Draco, membuat Harry menjadi tuan dari tongkat itu. Harry kemudian mematahkan tongkat itu
dan membuangnya ke parit Hogwarts, melenyapkan kekuatan tongkat itu
selamanya.
Lord Voldemort mengambil Tongkat Sihir Elder dari
makam Albus Dumbledore, dan Severus Snape telah menjadi
kepala sekolah Hogwarts. Sementara itu, mengubur
Dobby di halaman Shell Cottage, Harry dan
kedua sahabatnya kemudian berusaha menyusun rencana baru. Ia bertanya
kepada Ollivander mengenai Tongkat Sihir Elder, dan ternyata pemilik
terakhir tongkat tersebut adalah Dumbledore. Ollivander berkata, bahwa Harry tidak akan menang melawan Voldemort
yang memiliki Tongkat Elder. Harry dan kedua sahabatnya menyusun rencana untuk
membobol lemari besi Bellatrix Lestrange di Bank Gringott's. Mereka
curiga satu horcrux tersembunyi di sana.
Dibantu Griphook (dengan
imbalan Pedang Godric Gryffindor), Hermione meminum ramuan Polijus menyamar sebagai Bellatrix
Lestrange, Ron menyamar sebagai penyihir sementara Harry dan Griphook berada di dalam
Jubah Gaib. Mereka memasuki lemari besi Bellatrix
di Bank Gringott's. Horcrux yang dimaksud ternyata adalah piala Helga
Hufflepuff. Namun, Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan
diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor, meninggalkan mereka terpojok
oleh pihak keamanan yang merasa ditipu. Harry, Ron, dan Hermione
berhasil melarikan diri dengan menaiki naga penjaga lemari besi. Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka, ia dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Di dalam penglihatan tersebut, Voldemort membunuh beberapa goblin dan penjaga Bank Gringott's lainnya, termasuk Griphook. Voldemort telah mendatangi tempat-tempat Horcruxnya yang disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Harry melihat Voldemort marah dan takut. Harry juga melihat bahwa Horcrux berikutnya berkaitan dengan Rowena Ravenclaw, dan ada di kastil Hogwarts. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, kehadiran mereka membunyikan mantra pendeteksi Caterwauling dan dihadang oleh para Pelahap Maut. Namun, mereka diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore, saudara Albus Dumbledore, yang sering Harry lihat di pecahan cermin yang ia miliki. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom. Tiga sekawan tersebut bertemu kembali dengan anggota Laskar Dumbledore dan meminta bantuan untuk mencari mahkota Ravenclaw.
Snape
mendengar kembalinya Harry dan mengumumkan bahwa semua orang yang
membantu Harry kembali, terutama siswa, akan dihukum berat. Harry
kemudian muncul dan menantang Snape mengenai kematian Dumbledore,
dan Minerva McGonagall menantangnya berduel. Snape melarikan diri dan
McGonagall memerintahkan seluruh Hogwarts bersiap untuk bertempur. Pada
saat ini, anggota Orde Phoenix dan simpatisannya berdatangan. Atas
inisiatif Luna Lovegood, Harry kemudian berbicara dengan hantu Helena
Ravenclaw, putri dari Rowena Ravenclaw. Helena mengatakan bahwa
Voldemort telah mengisi
mahkota ibunya dengan ilmu hitam, dan menyatakan bahwa benda itu ada di
Kamar Kebutuhan. Sementara, Ron dan Hermione pergi ke Kamar Rahasia.
Hermione memusnahkan Piala Hufflepuff dengan taring Basilisk, Ron
dan Hermione berciuman untuk pertama kalinya. Di kamar kebutuhan, Harry
dicegat oleh Draco Malfoy, Gregory Goyle, dan Blaise Zabini, namun Ron
dan Hermione datang membantu Harry. Goyle menggunakan mantra api kutukan
Fiendfyre namun jatuh dan mati terbakar. Draco dan Blaise diselamatkan
oleh Harry, Ron, dan Hermione sebelum Harry menusuk Mahkota Ravenclaw
dengan taring Basilisk dan melemparnya ke dalam kobaran api, memusnahkan
mahkota itu. Sementara itu, ketika Hogwarts diserang oleh pasukan
Voldemort, Harry kembali memasuki pikiran Voldemort dan menyadari bahwa
ularnya, Nagini, juga adalah Horcrux. Di dalam pertempuran yang
berlangsung, Fred, Lupin, Tonks, dan Lavender Brown, serta sekitar 50
orang lainnya terbunuh. Pada saat yang sama, Hermione membunuh Fenrir
Greyback (pembunuh Lavender).Voldemort dan Snape bertemu di rumah perahu dan memberitahu Snape jika Tongkat Elder tidak berfungsi, karena dia bukan tuannya, dan Snape adalah tuan dari tongkat itu karena Snape yang telah membunuh Dumbledore, tuan sebelumnya. Voldemort memerintahkan Nagini untuk membunuh Snape. Di Boathouse (rumah perahu Hogwarts), Harry, Ron dan Hermione melihat Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan ingatannya kepada Harry, Snape menangis, mengeluarkan air mata memori, dan berkomentar tentang bagaimana Harry memiliki mata ibunya, lalu mati.
Dari memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, yang diciptakan tanpa sengaja di Godric Hallow, untuk itu ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh.
Harry kemudian pergi kehutan terlarang, menyerahkan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Harry pun memasuki dunia lain (limbo), dimana ia bertemu Profesor Albus Dumbledore, yang menjelaskan kepadanya tentang Harry sebagai Horcrux dan bahwa kutukan Voldemort telah menghancurkan jiwanya yang berada di tubuh Harry. Harry memutuskan kembali hidup untuk mengalahkan Voldemort, namun ia berpura-pura sudah tewas. Voldemort mengutus Narcissa Malfoy untuk memeriksa apakah Harry masih hidup. Ketika dia mencapai Harry, dia menemukan bahwa Harry masih hidup, dan bertanya pelan pada Harry apakah Draco masih hidup. Harry mengangguk, dan Narcissa menyatakan Harry mati.
Voldemort kemudian membawa "mayat" Harry ke Hogwarts dan mendeklarasikan "kematian" Harry kepada pejuang-pejuang Hogwarts dan siapa saja yang menentangnya akan mati. Neville Longbottom menarik Pedang Godric Gryffindor dan menantang Voldemort dengan sebuah pidato. Pada saat yang sama, Harry mengungkapkan bahwa dirinya masih hidup, dan mulai berduel dengan Voldemort di sekitar sekolah. Hermione dan Ron mencoba untuk membunuh Horcrux terakhir, Nagini. Ketika ular hampir membunuh mereka, Neville memenggal kepala Nagini dengan pedang Gryffindor. Di tempat lain, Molly Weasley membunuh Bellatrix Lestrange.
Akhirnya, Voldemort mati setelah
mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kedavra terhadap Harry.
Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri setelah beradu dengan
mantra pelepas senjata Harry (Expelliarmus). Harry menangkap tongkat
itu. Setelahnya, Harry bergabung dengan kedua sahabatnya dan menjelaskan
bahwa Tongkat Elder melindungi pemiliknya (Harry Potter sendiri). Harry menjelaskan kepada Ron dan Hermione bahwa Draco adalah tuan dari
tongkat tersebut, bukan Snape, karena Draco melucuti senjata Dumbledore sebelum
Snape membunuhnya. Kemudian, di Malfoy Manor, Harry melucuti senjata
Draco, membuat Harry menjadi tuan dari tongkat itu. Harry kemudian mematahkan tongkat itu
dan membuangnya ke parit Hogwarts, melenyapkan kekuatan tongkat itu
selamanya.
19 tahun kemudian setelah Pertempuran di
Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah menikah dan
membimbing anaknya yang bernama Albus Severus Potter dan anak-anak mereka yang lain ke dalam
peron9 3/4. Ron dan Hermione juga
menikah dan telah
memiliki dua anak bernama Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak
bernama Scorpius. Mereka seluruhnya bertemu di stasiun kereta api King's
Cross, untuk mengantar anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Ketika
Albus khawatir akan masuk ke asrama Slytherin, Harry berkata bahwa topi
asrama akan mempertimbangkan keinginan. Mereke menyaksikan anak-anak
mereka naik kereta menuju Hogwarts.
Langganan:
Komentar (Atom)















