Usiaku 17 tahun, hampir 18. Kelas 12. Hampir lulus. Dan aku hamil...
Kirana yang cerdas, cantik, dan ceria melihat semua impiannya luruh di depan mata. Hari-harinya mulai dipenuhi rahasia dan kecemasan. Ia nggak mungkin mampu melahirkan dan merawat bayi. Ia juga nggak mungkin mampu menghadapi celaan dari orang-orang di sekitarnya, teman-temannya, guru-gurunya, terutama kekecewaan orangtuanya. Saat ini Kirana berada di ambang jurang keputusasaan. Hidup seolah tidak menawarkan solusi apa pun padanya.
Bagaimana dengan cowok yang menghamilinya? Oh, cowok itu harus tetap sekolah. Dia nggak boleh terlibat. Dia cowok paling tampan dan paling cerdas di sekolah. Masa depannya begitu gilang gemilang. Kirana tidak ingin merusaknya. Siapakah dia? Kirana takkan pernah mau mengakuinya.
Judul: Dark Love
Pengarang: Ken Terate
Pewajah sampul: Niken Anggrek Wulan
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 248 hlm
Harga: Rp40.000
Rilis: September 2012
ISBN: 978-979-22-8751-6
Summary:
Dunia remaja Kirana yang ceria dan penuh tawa seketika retak begitu dia menyadari ada benih cinta yang bertumbuh di rahimnya. Ia HAMIL. Ya Tuhan, Kirana baru 17 tahun. Tinggal satu semester lagi, ia akan lulus SMA. Bisakah ia menghentikan janin di kandungannya untuk berkembang? Bolehkah ia tetap bersekolah jika perutnya makin membesar? Oh, dia kan salah satu murd terpandai di sekolahnya, masa' pihak sekolah akan mengeluarkannya begitu saja?
Oh, apakah ia korban perkosaan? Apakah Kirana hanya melakukan hubungan intim dengan iseng? Tak lebih baikkah jika Kirana mengaku saja pada semua orang siapa cowok yang menghamilinya? Tentu, itu lebih mudah baginya. Ia tak akan menanggung semua beban itu sendirian. Tapi, ia tak tega. Cowok itu begitu tampan, begitu pintar, dan dia begitu diharapkan sebagai tulang punggung keluarganya. Oh, Tuhan! Kirana begitu kalut. Apa yang musti ia lakukan? Bersediakah ia....aborsi?
Simak langkah Kirana yang tertatih-tatih demi mencari solusi atas aib yang menimpanya dalam novel teen lit terbaru karya Ken Terate bertajuk Dark Love ini.
Pada suatu ketika dalam masa akademik saya, pernah terlontar pertanyaan seputar, "Bolehkah seorang siswi yang hamil tetap diperbolehkan masuk sekolah?" Jika tidak salah, saya pernah punya satu teman angkatan yang terpaksa putus sekolah karena ia telanjur hamil dan akhirnya MBA (Married by Accident). Kala itu, saya sebagaimana teman-teman saya yang lain, pun bertanya-tanya hal yang sama. Dan, sampai sekarang saya tak pernah tahu apakah memang ada peraturan tertulis yang melarang siswi yang hamil untuk menyelesaikan pendidikannya secara ketika masuk sekolah (SD/SMP/SMA) tidak ada surat pernyataan apa pun yang ditandatangani oleh siswa/i. Berbeda sekali ketika saya menempuh kuliah di STAN yang mensyaratkan mahasiswa/i-nya menyetujui kewajiban untuk tidak menikah (termasuk hamil) selama masa pendidikan. Tentu, itu sudah berdasar kesadaran sendiri. Nah, pas masih sekolah dasar-menengah, bagaimana donk?Dunno!
Tema itulah yang menjadi topik bahasan utama Ken Terate dalam novel Dark Love ini. Deangan gaya bercerita dan segala pernik khas remaja, Ken menghidupkan tokoh yang begitu real dengan segala keluguan dan kebingungannya menghadapi persoalan serumit ini. Perang batin yang dialami Kirana begitu dekat dengan keseharian. Seorang remaja beranjak dewasa yang menghadapi kenyataan bahwa berhubungan intim yang awalnya biasa dan menyenangkan justru membawanya kepada jalan yang tak diketahui di mana ujungnya. Apalagi ia pun sadar, ini adalah aib. Maka, dunia tak boleh tahu.
Nuansa riang-komedi-komikal khas Ken memang masih terasa, meskipun sebagaimana judul novel ini, aliran kisahnya dibuat sedikit lebih gelap dibanding karya-karya Ken sebelumnya yang secerah warna-warni cokelat M&M. Tentu saja, persoalan hamil di luar nikah di kalangan anak SMA bukan persoalan gampang. Dan, seperti yang pernah saya tanyakan di waktu saya SMA dulu, kasus seperti ini masih "tabu" dalam dunia nyata. Coba saja tengok berita di bawah ini: tentang teguran keras Gubernur Jatim karena ditengarai ada larangan Dinas Pendidikan bagi siswi hamil untuk ikut Ujian Nasional.
“Sudah, sudah kami ingatkan. Sudah tidak ada aturan seperti itu. Silakan bagi sekolah yang mau menerapkan dan sah-sah saja jika tidak,” tegasnya.
Sebelumnya, sekolah dan dinas pendidikan kota/kabupaten sempat gelisah dengan dikeluarkannya himbauan yang lebih mirip aturan larangan bagi siswi hamil untuk ikut ujian.
Karena meski siswi hamil ini termasuk kategori korban, dengan adanya aturan tersebut jelas-jelas mereka akan dirugikan.
Selengkapnya baca di sini: lensaindonesia.com
Yang juga menarik dari novel ini adalah sejak mula tokoh Kirana enggan menyebutkan siapa cowok yang menghamilinya. Bahkan, kita sebagai pembaca pun diajak kucing-kucingan. Sepanjang membaca novel ini (sampai dengan terbongkarnya rahasia kelam itu) tak pelak saya pun ikut menebak-nebaknya. Sebenarnya mudah, karena si cowok yang dikenalkan sebagai "My Prince" adalah satu dari tiga cowok di geng Kirana yaitu Andra, Alvin, atau Banyu. Beberapa cluebertebaran di sana-sini, tapi saya patut mengacungkan jempol ketika Ken masih tetap membuat saya "buta" soal si cowok hingga ke tengahnya. Dari awal saya sudah menebak sih dari gaya berbicara si cowok lewat dialog atau lewat pesan-pesan SMS-nya. Tapi, satu bukti saja kurang, maka saya baru bisa menebak ketika telah lewat setengah ceritanya, hehehe...good job, Ken!
Tema persahabatan memang menjadi concern Ken, saya rasa. Hampir di seluruh novel-novelnya yang sudah saya baca, nuansa persahabatan itu begitu nyata. Termasuk di novel ini juga. Perubahan sikap teman-teman terdekat Kirana: Maria, Chacha, Andra, Alvin, dan Banyu, ketika rahasia kehamilan Kirana terbongkar juga dapat terasa dengan baik.
Masih cukup banyak ruang untuk pengembangan plot memang tapi saya pribadi sih sudah merasa cukup. Kegalauan hati seorang gadis SMA, pintar dan harapan keluarga, demi menghadapi masalah pelik hamil di luar nikah di usia yang untuk ukuran zaman sekarang, terlalu muda, cukup tergambarkan dengan baik. Dikarenakan PoV diambil dari sisi Kirana sehingga bagaimana gejolak si cowok yang berdasar ceritanya digambarkan bersedia bertanggung jawab itu menjadi tidak bisa terlihat. Saya yakin, dia juga terguncang. Mungkin akan makin seru jika Ken menggunakan dua sisi PoV, namun konsekuensinya yaaa...My Prince tak perlu lagi di'misterius'kan.
Atau, jika memungkinkan dibikin sekuel, bisa tuh digunakan PoV dari sisi si cowok. Hahaha, kalau pembaca selalu #ngarep ada kelanjutannya, ya?
Di dalam novel ini juga disinggung sebuah film berjudul Juno yang dibintangi Ellen Page, Michael Cera, dan Jennifer Garner yang box office beberapa tahun silam. Memang, menyimak novel ini menjadi tak bisa tidak untuk juga memabandingkannya dengan film itu. Dan, di sini, tokoh Kirana secara khusus mengungkapkan kondisinya dibandingkan Juno dalam film tersebut.
Lalu, saya pribadi pun merujuk ke film dengan judul hampir sama, tapi produksi Korea, Jenny Juno ini:
Sayang sekali, novel ini cukup banyak typo-nya. Tidak seperti biasanya, entah kenapa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar