Minggu, 27 Oktober 2013

Review Novel The Blonde Lady



Singkatnya, novel ini nyeritain tentang Arsene Lupin, seorang pencuri cerdik asal Prancis. Kasus pencurian yang dilakukan oleh Lupin terlalu licin untuk dapat ditangani oleh kepolisian Prancis. Oleh karena itu, muncullah Holmlock Shears, seorang detektif terkenal dari Inggris yang ditemani Wilson, asisten setianya. Holmlock Shears berusaha sekuat tenaga buat menangkap Lupin, sementara Lupin tak kalah keras berupaya meloloskan diri.

Sampulnya cukup menarik, warna yang gelap dan menampilkan kesan misterius, seperti isi novel ini.
Aku sendiri tidak tahu apa novel ini dimaksudkan sebagai sindiran buat tokoh Sherlock Holmes.. Tapi nama si Shears aja sudah cukup mengingatkan kita kepada sang detektif fiktif Sherlock Holmes milik Arthur Conan Doyle. Ditambah lagi asistennya si Wilson yang namanya sebelas dua belas lah dengan Watson. Aku awalnya merasa capek untuk membaca novel ini karena plotnya terasa agak diulur-ulur. Penjelasan tentang kasus-kasus yang muncul juga tidak terlalu menarik dan spektakuler, bahkan kadang-kadang cenderung membingungkan. Bahkan menurutku masih ada beberapa hal yang tidak bisa terjelaskan. Bukannya penjelasan mengenai bagaimana Arsene Lupin bisa melakukan aksinya, yang lebih banyak ditampilkan disini adalah adegan kejar-kejaran antara Lupin dan Shears. Tokoh Shears sepertinya digambarkan sebagai seorang detektif yang egois dan sedikit penggerutu. Arsene Lupin juga muncul sebagai seseorang yang unik, penuh percaya diri, tapi kadang-kadang seperti sedikit histeris.
Intinya, kurang elegan.

So untuk sebuah cerita detektif...
No amazingly mysterious case solved in a brilliant way.

1 komentar: