Mungkin sang sutradara, David Schwimmer ingin menyampaikan sebuah pesan yaitu dunia maya memang 200 kali lipat lebih menyenangkan dan lebih berbahaya daripada dunia nyata dan dia berhasil menyampaikannya dengan begitu apik.. Cerita dalam film ini mungkin pernah dialami oleh remaja-remaja dunia yang tentu aja masih sangat polos, tentang bahayanya seorang stranger yang bisa mengubah kehidupanmu dan keluargamu. Seperti yang berbunyi dalam tagline-nya..
| “ | What took her family years to build. A stranger stole it an instant | ” |
— Trust
| ||
Aku udah nonton film ini tahun 2011 lalu, dan aku pingin nyoba nonton film ini untuk sekali lagi. Kita sadar kalau film drama kadang selalu membuat kita mengantuk ketika menontonnya, nah film Trust ini tentu aja gak mau berbasa-basi dengan waktu yang lama, maka kita diajak langsung to the point. Aku sangat-sangat salut sama akting Liana Liberato! Dia berhasil memerankan seorang remaja polos yang tertekan akibat musibah yang menimpanya! Well, maybe she will be my favorite actress? Who knows? Hahaha :D
Annie Cameron (Liana Liberato) telah terbuai oleh kegombalan seseorang di Chat-Room, dimana menyodorkan sebuah sosok yang perfect yang pastinya bakalan susah kita temukan. Saking terbuainya, Annie tidak mempu membedakan apa itu benar atau cuman bualan semata. Padahal jelas-jelas Annie rugi. Coba bayangkan, setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik, dia selalu aja chatting dengan seorang misterius bernama Charlie (Chris Henry Coffey) lewat laptop hadiah ultah dari ayahnya atau bahkan lewat HP. Anehnya, ortu Annie, Will (Clive Owen) dan Lynn (Catherine Keener) tidak sadar tentang bahaya yang akan di alami Annie.
Mungkin di Indonesia kejadian ini sering terjadi. Ini adalah dampak negatif dari situs jejaring sosial yang kini mulai nge-trend dikalangan remaja.. Yeah lewat situs jejaring itu kita, para remaja yang tidak tahu apa-apa, (mungkin) akan masuk ke dalam perangkap sang predator yang mencari mangsa baru, tahapannya di mulai dari perkenalan, kemudian sering chatting bareng, hingga akhirnya ketemuan. Lewat ketemuan itulah Annie telah direnggut keperawanannya. Annie malah begitu polos di awal, sangat mewajari kelakuan senonoh dari oknum yang telah dianggapnya sebagai cowok idaman.
Film ini mungkin sedikit mengingatkan kita tentang novel fenomenal, Lolita, karya Vladimir Nabokov, yang bahkan udah pernah difilmkan dua kali! Novel ini menceritakan tentang Humbert Humbert (nama samaran) yang menderita penyakit pedofilia yaitu penyakit yang membuat penderitanya mencintai anak-anak. Nah, si Charlie ini juga sepertinya menderita penyakit itu, karena korban-korbannya adalah anak-anak di bawah umur.
| “ | People get hurt. There's only so much we can do to protect ourselves, our children. The only thing we can do is be there for each other when we do fall down to pick each other up. | ” |
— Gail Friedman
| ||
David Schwimmer berhasil membuat tontonan yang ringan dan penuh edukasi. Bahkan cenderung klise kalau ditonton oleh orang-orang Indonesia yang memang akrab dengan tontonan begitu, (example: Akibat Pergaulan Bebas). Eh, bukan berarti mencap seperti itu. Justru Trust yang hadir dengan tema serta plot yang datar, mampu menghadirkan hubungan karakterisasi yang menawan. Hubungan ayah dan anak plus bumbu-bumbu kepercayaan dan pengabdian yang mampu membuat penontonnya ikut merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh dalam film ini.




ijin share ya kak makasih
BalasHapusrecruitment alfamartku